Kaohsiung Kota Pelabuhan Taiwan yang Wajib Kamu Kunjungi

JAKARTA, incatravel.co.id – Taiwan menyimpan banyak destinasi menarik yang belum banyak dieksplorasi wisatawan Indonesia. Kaohsiung hadir sebagai kota terbesar kedua di Taiwan yang menawarkan pengalaman berbeda dari hiruk pikuk Taipei. Kota pelabuhan di selatan Taiwan ini memadukan pesona industri maritim dengan seni urban kontemporer yang sangat instagramable. Cuaca yang lebih hangat sepanjang tahun dan suasana yang lebih santai menjadikan Kaohsiung pilihan tepat bagi traveler yang mencari alternatif dari destinasi mainstream.

Berbeda dengan Taipei yang padat dan serba cepat, kota pelabuhan Taiwan ini memiliki ritme yang lebih rileks dan ramah bagi wisatawan. Sistem transportasi publik yang efisien memudahkan eksplorasi berbagai sudut kota tanpa perlu menyewa kendaraan. Dari pelabuhan bersejarah hingga night market legendaris, setiap sudut Kaohsiung menyajikan cerita dan pengalaman yang memorable. Biaya hidup yang lebih terjangkau dibanding Taipei menjadi bonus tambahan bagi backpacker dengan budget terbatas.

Mengenal Kaohsiung Lebih Dekat

Kaohsiung

Kaohsiung terletak di pesisir barat daya Taiwan dan merupakan kota pelabuhan terbesar di negara tersebut. Sejarahnya sebagai pusat industri dan perdagangan maritim membentuk karakter kota yang unik dengan perpaduan elemen tradisional dan modern. Populasi sekitar 2.7 juta jiwa menjadikannya kota metropolitan yang ramai namun tidak sepadat Taipei.

Nama Kaohsiung berasal dari bahasa Jepang “Takao” yang diberikan saat era kolonial. Setelah Taiwan kembali ke pemerintahan Tiongkok, nama tersebut diadaptasi menjadi Kaohsiung dalam bahasa Mandarin. Kota ini pernah menjadi pusat industri berat Taiwan namun kini bertransformasi menjadi hub budaya dan pariwisata yang dinamis.

Iklim subtropis membuat kota pelabuhan Taiwan ini memiliki cuaca hangat hampir sepanjang tahun. Musim panas bisa sangat terik dengan suhu mencapai 35 derajat Celsius, sementara musim dingin tetap nyaman di kisaran 15 hingga 20 derajat. Karakteristik cuaca ini menjadikan Kaohsiung destinasi yang bisa dikunjungi kapan saja tanpa khawatir cuaca ekstrem.

Cara Menuju Kaohsiung dari Indonesia

Perjalanan ke kota pelabuhan Taiwan ini dari Indonesia cukup mudah dengan beberapa opsi penerbangan yang tersedia. Perencanaan transportasi yang baik akan menghemat waktu dan biaya selama perjalanan.

Rute penerbangan yang tersedia:

  • Penerbangan langsung Jakarta ke Kaohsiung dengan waktu tempuh sekitar 5 jam
  • Transit via Taipei kemudian lanjut kereta cepat HSR selama 1.5 jam
  • Transit via Hong Kong atau Singapura untuk opsi harga lebih murah
  • Penerbangan dari Surabaya atau Bali dengan transit di hub regional

Bandara Internasional Kaohsiung terletak sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Koneksi ke pusat kota sangat mudah dengan MRT yang langsung terhubung ke terminal bandara. Taksi dan bus bandara juga tersedia untuk opsi yang lebih fleksibel.

Bagi yang sudah berada di Taiwan, kereta cepat HSR dari Taipei hanya memerlukan waktu 1.5 jam dengan harga tiket sekitar 1.5 juta rupiah untuk kelas standar. Opsi bus lebih ekonomis dengan waktu tempuh 4 hingga 5 jam dan harga sekitar 400 ribu rupiah.

Waktu Terbaik Berkunjung ke Kaohsiung

Memilih waktu yang tepat untuk mengunjungi kota pelabuhan Taiwan ini akan mempengaruhi kenyamanan dan pengalaman liburan secara keseluruhan.

Rekomendasi waktu kunjungan:

  • Oktober hingga April sebagai periode paling nyaman dengan cuaca sejuk
  • Februari untuk menyaksikan perayaan Imlek yang meriah
  • Oktober untuk festival lampion dan mid autumn
  • Hindari Juni hingga September karena musim panas yang sangat terik
  • Waspadai musim taifun sekitar Agustus hingga September

Kaohsiung tidak seramai Taipei sehingga tidak ada peak season yang ekstrem. Namun periode liburan nasional Taiwan seperti Imlek dan National Day bisa membuat akomodasi lebih mahal dan tempat wisata lebih padat. Booking jauh hari sangat disarankan jika berkunjung saat periode tersebut.

Tempat Wisata Ikonik di Kaohsiung

Kota pelabuhan Taiwan ini menawarkan berbagai atraksi wisata yang beragam dari situs budaya hingga instalasi seni kontemporer. Setiap lokasi memiliki daya tarik unik yang sayang untuk dilewatkan.

Destinasi wajib kunjung di Kaohsiung:

  • Pier 2 Art Center dengan gudang pelabuhan yang diubah jadi galeri seni
  • Dragon and Tiger Pagodas di Lotus Pond yang ikonik
  • Fo Guang Shan Buddha Museum sebagai kompleks kuil terbesar
  • Liuhe Night Market untuk pengalaman kuliner malam hari
  • Cijin Island dengan pantai dan seafood segar
  • Dome of Light di stasiun MRT Formosa Boulevard
  • Love River untuk cruise malam romantis
  • Taroko Park dengan pemandangan tebing dan laut

Pier 2 Art Center menjadi simbol transformasi Kaohsiung dari kota industri menjadi hub seni. Gudang-gudang pelabuhan tua diubah menjadi ruang galeri, kafe artistik, dan area pertunjukan outdoor. Instalasi seni jalanan di sepanjang area ini menjadi spot foto favorit wisatawan dari berbagai negara.

Menjelajahi Lotus Pond Kaohsiung

Lotus Pond atau Danau Teratai merupakan salah satu landmark paling terkenal di kota pelabuhan Taiwan ini. Area danau buatan seluas 75 hektar ini dipenuhi kuil dan pagoda yang mencerminkan kekayaan budaya Taiwan.

Atraksi utama di Lotus Pond:

  • Dragon and Tiger Pagodas dengan patung naga dan harimau raksasa
  • Spring and Autumn Pavilions yang megah
  • Confucius Temple terbesar di Taiwan
  • Chi Ming Tang dengan arsitektur tradisional
  • Jalur sepeda mengelilingi danau sepanjang 5 kilometer
  • Perahu tradisional untuk cruise santai

Legenda lokal menyebutkan bahwa masuk dari mulut naga dan keluar dari mulut harimau akan membawa keberuntungan. Wisatawan berbondong-bondong mengikuti ritual ini sambil mengagumi interior pagoda yang dihiasi lukisan kisah-kisah mitologi. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari atau sore menjelang sunset untuk menghindari terik matahari.

Kuliner Khas Kaohsiung yang Wajib Dicoba

Kota pelabuhan Taiwan ini terkenal dengan kekayaan kuliner yang mencerminkan posisinya sebagai kota maritim dan multikultur. Seafood segar menjadi bintang utama namun banyak hidangan lain yang tidak kalah menggugah selera.

Makanan khas yang harus dicoba:

  • Milkfish atau ikan bandeng dengan berbagai olahan
  • Papaya milk yang legendaris di Liuhe Night Market
  • Steamed meat buns atau baozi dengan isian juicy
  • Oyster omelette dengan telur dan saus khas
  • Shaved ice dengan topping buah tropis
  • Braised pork rice yang gurih dan mengenyangkan
  • Fresh seafood di Cijin Island
  • Bubble tea dari kedai lokal

Liuhe Night Market menjadi surga kuliner malam yang wajib dikunjungi. Pasar malam sepanjang 400 meter ini dipenuhi ratusan vendor makanan dengan harga sangat terjangkau. Satu porsi makanan rata-rata hanya 30 hingga 50 ribu rupiah dengan porsi yang cukup mengenyangkan.

Transportasi Lokal diKaohsiung

Sistem transportasi publik di kota pelabuhan Taiwan ini sangat efisien dan ramah wisatawan. Memahami opsi yang tersedia akan memudahkan eksplorasi kota secara mandiri.

Moda transportasi yang tersedia:

  • MRT dengan dua jalur utama mencakup area wisata populer
  • Light Rail yang melingkari area pelabuhan dan Pier 2
  • Bus kota dengan rute komprehensif
  • City Bike atau YouBike untuk sepeda sharing
  • Taksi dengan argo yang jujur
  • Grab dan Uber untuk kemudahan pemesanan

Kartu EasyCard sangat direkomendasikan untuk pembayaran transportasi publik. Kartu ini bisa dibeli di stasiun MRT dan convenience store, kemudian di-topup sesuai kebutuhan. Selain transportasi, EasyCard juga bisa digunakan untuk pembayaran di minimarket dan beberapa merchant.

Sewa motor atau scooter menjadi opsi populer untuk eksplorasi yang lebih bebas. Harga sewa sekitar 100 hingga 150 ribu rupiah per hari dengan SIM internasional atau SIM Taiwan sebagai syarat. Jalanan di Kaohsiung lebih lengang dibanding Taipei sehingga lebih nyaman untuk dikendarai.

Akomodasi di Kaohsiung untuk Berbagai Budget

Kota pelabuhan Taiwan ini menawarkan pilihan penginapan yang beragam dari hostel budget hingga hotel bintang lima. Lokasi strategis dekat MRT sangat direkomendasikan untuk kemudahan akses.

Pilihan akomodasi berdasarkan budget:

  • Hostel dan guesthouse mulai dari 150 ribu rupiah per malam
  • Hotel budget bintang dua sekitar 300 hingga 500 ribu rupiah
  • Hotel mid range bintang tiga sekitar 500 hingga 800 ribu rupiah
  • Hotel premium bintang empat dan lima mulai 1 juta rupiah
  • Apartemen rental untuk stay lebih lama

Area Sanduo dan Formosa Boulevard menjadi lokasi strategis dengan akses mudah ke berbagai tempat wisata. Banyak hotel di area ini yang berjarak walking distance ke MRT dan pusat perbelanjaan. Booking melalui platform online biasanya memberikan harga lebih murah dibanding walk in.

Itinerary 3 Hari di Kaohsiung

Waktu tiga hari cukup untuk mengeksplorasi highlight utama kota pelabuhan Taiwan ini. Berikut rekomendasi itinerary yang bisa disesuaikan dengan preferensi.

Haripertama fokus area pusat kota:

  • Pagi di Pier 2 Art Center untuk hunting foto
  • Siang makan di sekitar area dan eksplorasi galeri
  • Sore naik Light Rail menikmati pemandangan kota
  • Malam di Liuhe Night Market untuk wisata kuliner

Hari kedua eksplorasi Lotus Pond dan sekitar:

  • Pagi ke Dragon Tiger Pagodas dan kuil sekitar
  • Siang makan di restoran vegetarian dekat Fo Guang Shan
  • Sore kunjungi Buddha Museum yang spektakuler
  • Malam santai di Love River cruise

Hari ketiga petualangan ke Cijin Island:

  • Pagi naik ferry ke Cijin Island
  • Siang menikmati seafood segar di pasar ikan
  • Sore eksplorasi pantai dan mercusuar
  • Malam kembali dan belanja oleh oleh di Sanduo

Tips Hemat Liburan keKaohsiung

Menikmati kota pelabuhan Taiwan ini tidak harus menguras kantong. Beberapa strategi bisa membantu menghemat pengeluaran tanpa mengurangi kualitas pengalaman.

Tips menghemat budget:

  • Manfaatkan transportasi publik daripada taksi
  • Makan di night market dan food court lokal
  • Pilih hostel atau hotel budget di lokasi strategis
  • Gunakan YouBike untuk jarak dekat
  • Bawa botol minum isi ulang dari air keran yang aman diminum
  • Kunjungi atraksi gratis seperti Pier 2 dan Lotus Pond
  • Belanja di supermarket untuk snack dan minuman
  • Booking tiket pesawat dan hotel jauh hari saat promo

Estimasi budget harian untuk backpacker sekitar 400 hingga 600 ribu rupiah sudah termasuk akomodasi, makan, dan transportasi. Budget menengah sekitar 800 ribu hingga 1.2 juta rupiah per hari dengan kenyamanan lebih. Kaohsiung memang lebih hemat dibanding Taipei untuk hampir semua aspek pengeluaran.

Belanja Oleh Oleh Khas Kaohsiung

Membawa pulang oleh oleh menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap perjalanan. Kota pelabuhan Taiwan ini memiliki beragam pilihan suvenir dan makanan khas yang cocok untuk buah tangan.

Oleh oleh yang direkomendasikan:

  • Pineapple cake atau nanas cake khas Taiwan
  • Dried mango dan buah kering lainnya
  • Oolong tea berkualitas tinggi
  • Masker dan skincare Taiwan yang terkenal
  • Snack lokal dari convenience store
  • Kerajinan tangan dari Pier 2
  • Mochi dengan berbagai rasa
  • Suvenir bertema Dragon Tiger Pagodas

Dream Mall sebagai mal terbesar di Taiwan terletak di Kaohsiung dan menjadi surga belanja. Berbagai brand internasional dan lokal tersedia dengan harga yang kompetitif. Tax refund untuk turis asing bisa diklaim untuk pembelian di atas jumlah tertentu.

Keamanan dan Tips Praktis diKaohsiung

Taiwan termasuk negara paling aman di Asia dan kota pelabuhan ini tidak terkecuali. Namun tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk perjalanan yang lancar.

Informasi praktis untuk wisatawan:

  • Bahasa utama Mandarin namun bahasa Inggris cukup dipahami di area wisata
  • Wifi gratis tersedia di banyak tempat publik
  • Tap water aman diminum langsung dari keran
  • Toilet umum bersih dan tersedia di mana-mana
  • Tipping tidak diperlukan dan tidak umum
  • Colokan listrik tipe A dan B sama seperti Amerika
  • Convenience store 7 Eleven dan Family Mart ada di mana-mana

Sim card lokal bisa dibeli di bandara dengan harga sekitar 100 hingga 200 ribu rupiah untuk paket data seminggu. Opsi lain adalah menyewa pocket wifi yang bisa digunakan beberapa device sekaligus.

Kaohsiung sebagai Gerbang ke Destinasi Lain

Lokasi strategis kota pelabuhan Taiwan ini memungkinkan eksplorasi ke destinasi menarik di sekitarnya. Day trip atau overnight trip bisa memperkaya pengalaman liburan.

Destinasi yang bisa dijangkau dari Kaohsiung:

  • Kenting National Park untuk pantai tropis sekitar 2 jam
  • Tainan kota bersejarah sekitar 30 menit dengan HSR
  • Alishan untuk sunrise dan hutan pinus sekitar 3 jam
  • Penghu Islands untuk pulau eksotis dengan penerbangan 40 menit
  • Sun Moon Lake dengan kombinasi kereta dan bus

Kenting menjadi pilihan populer untuk wisatawan yang ingin menikmati pantai dan suasana tropis. Resort dan aktivitas water sport tersedia lengkap di kawasan ini. Perjalanan sehari sangat memungkinkan dengan rental scooter atau menggunakan bus shuttle.

Kesimpulan

Kaohsiung menawarkan pengalaman Taiwan yang berbeda dari destinasi mainstream seperti Taipei. Kota pelabuhan terbesar di Taiwan ini memadukan warisan maritim dengan transformasi urban yang dinamis melalui seni dan budaya kontemporer. Dari Dragon Tiger Pagodas yang ikonik hingga Pier 2 Art Center yang instagramable, setiap sudut kota menyajikan cerita menarik untuk dieksplorasi. Kuliner night market yang legendaris, transportasi publik yang efisien, dan biaya hidup yang lebih terjangkau menjadikan Kaohsiung pilihan cerdas bagi traveler yang mencari pengalaman autentik Taiwan. Dengan persiapan yang tepat dan itinerary yang terencana, liburan ke kota pelabuhan Taiwan ini dijamin akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan.

Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Travel

Baca juga artikel lainnya: Kuang Si Falls Air Terjun Paling Indah di Laos untuk Liburan

Silakan kunjungi Website Resmi: Jutawanbet

Author