Valletta Panduan Wisata Kota Terkecil di Eropa

JAKARTA, incatravel.co.id – Pernahkah seseorang membayangkan sebuah kota seluas 0,61 kilometer persegi yang mampu menyimpan begitu banyak keajaiban? Itulah Valletta, ibu kota Malta sekaligus ibu kota terkecil di seluruh Uni Eropa. Moreover, kota benteng ini berhasil mencuri perhatian dunia sebagai salah satu destinasi musim semi terbaik di Eropa untuk tahun 2025. Furthermore, di balik ukurannya yang mungil, Valletta menyimpan koleksi arsitektur Baroque yang nyaris tidak tertandingi di belahan dunia mana pun.

Valletta berdiri megah di atas semenanjung berbukit di antara dua pelabuhan alam terbaik di Laut Mediterania. In addition, kota yang didirikan pada tahun 1566 oleh Ksatria Ordo Santo Yohanes ini merupakan mahakarya perencanaan kota abad pertengahan. As a result, Valletta kini menyandang status Situs Warisan Dunia UNESCO yang diakui secara internasional. Also, setiap sudut jalan berbatu di kota ini menyimpan cerita yang membentang dari era Perang Salib hingga Perang Dunia II. Therefore, Valletta layak disebut sebagai museum terbuka yang hidup dan bernapas di tengah perairan Mediterania.

Sejarah Valletta sebagai Kota Benteng Legendaris

Valletta

Kisah Valletta dimulai setelah Pengepungan Besar Malta pada tahun 1565, ketika pasukan Kekaisaran Ottoman mencoba merebut pulau ini dari genggaman Ksatria Santo Yohanes. However, serangan tersebut berhasil digagalkan berkat perlawanan heroik para ksatria. As a result, Grand Master Jean de Valette memutuskan untuk membangun sebuah kota benteng baru di Gunung Sceberras yang strategis. Furthermore, nama Valletta sendiri diambil dari nama sang Grand Master yang memimpin pertempuran tersebut.

Pembangunan kota ini dirancang menggunakan sistem grid yang teratur. In addition, pendekatan perencanaan kota tersebut tergolong sangat maju untuk zamannya. Moreover, setiap jalan dirancang sedemikian rupa agar angin laut bisa mengalir dengan sempurna ke seluruh penjuru kota. Therefore, sistem ventilasi alami yang brilian ini menjadikan Valletta nyaman dihuni meskipun berada di kawasan beriklim Mediterania yang panas. Also, para ksatria membangun istana megah, katedral, rumah sakit, dan benteng pertahanan selama proses pembangunan tersebut. As a result, Valletta berkembang menjadi salah satu kota paling kokoh dan paling indah di seluruh Mediterania.

Tempat Wisata Wajib Dikunjungi di Valletta

Meskipun seluruh kota bisa dijelajahi dengan berjalan kaki dalam hitungan jam, jumlah objek wisata yang tersedia di Valletta sungguh mengesankan. First, berikut beberapa destinasi yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke kota ini:

  1. St. John’s Co-Cathedral merupakan permata mahkota Valletta dengan interior megah yang kontras tajam dengan eksteriornya yang sederhana. Moreover, katedral ini menyimpan mahakarya pelukis legendaris Caravaggio berjudul “The Beheading of Saint John the Baptist” yang tidak bisa dilihat di tempat lain mana pun di dunia.
  2. Upper Barrakka Gardens menawarkan pemandangan panorama Grand Harbour dan Tiga Kota yang menakjubkan. In addition, taman ini menjadi lokasi terbaik untuk menyaksikan matahari terbenam saat Valletta bersinar dalam rona keemasan.
  3. Grandmaster’s Palace yang dulunya menjadi kediaman para Grand Master Ksatria kini berfungsi sebagai situs kepresidenan Malta. Furthermore, istana ini dilengkapi dengan koleksi persenjataan bersejarah yang sangat memukau.
  4. Lascaris War Rooms menyuguhkan perjalanan mendebarkan melalui terowongan rahasia dan ruang operasi masa Perang Dunia II. Also, lokasi ini tersembunyi di bawah tanah kota dan menjadi saksi bisu perencanaan operasi militer penting.
  5. Fort St. Elmo menjadi rumah bagi Museum Perang Nasional. Additionally, benteng ini memegang peranan penting dalam sejarah pertahanan Malta selama berabad-abad.
  6. Casa Rocca Piccola merupakan istana abad ke-16 milik keluarga bangsawan Malta. For example, istana ini masih ditinggali hingga kini dan dibuka untuk umum sebagai museum hidup yang sangat menarik untuk dijelajahi.

Second, seorang wisatawan dari Indonesia yang pernah mengunjungi Valletta pada bulan April bercerita bahwa pengalaman berjalan menyusuri lorong-lorong sempit kota terasa seperti melangkah mundur ke abad pertengahan. However, kenyamanan fasilitas modern tetap tersedia di setiap sudut kota sehingga perjalanan terasa sangat menyenangkan.

Kuliner Khas Valletta yang Memanjakan Lidah

Wisata ke Valletta tidak lengkap tanpa mencicipi kekayaan kuliner yang merupakan perpaduan lezat antara pengaruh Mediterania, Arab, dan Sisilia. Also, kota ini menawarkan beragam pilihan tempat makan mulai dari kafe sederhana di pinggir jalan hingga restoran mewah di dalam bangunan bersejarah. Furthermore, beberapa hidangan khas berikut wajib dicoba saat berkunjung ke Valletta:

  • Ftira merupakan roti pipih panggang tradisional Malta yang bisa diisi dengan berbagai topping seperti tomat, kapel, tuna, dan keju
  • Pastizzi adalah kue kering berlapis yang diisi ricotta atau kacang polong. Moreover, camilan ini menjadi yang paling populer di seluruh Malta
  • Lampuki Pie merupakan pai ikan khas musim gugur yang dibuat dari ikan dorado segar hasil tangkapan nelayan lokal
  • Bragioli adalah gulungan daging sapi yang diisi campuran daging cincang, telur rebus, dan rempah Mediterania
  • Rabbit stew (Fenek) menjadi hidangan nasional Malta yang dimasak perlahan dengan anggur merah dan bumbu aromatik
  • Imqaret merupakan kue goreng berisi pasta kurma yang menjadi hidangan penutup favorit masyarakat Malta

In addition, untuk pengalaman kuliner terbaik di Valletta, cobalah makan malam di Guze Bistro yang menyajikan hidangan Mediterania mewah di dalam rumah bersejarah abad ke-16. Additionally, bagi pencinta suasana santai, Bridge Bar menawarkan musik jazz langsung ditemani segelas anggur Malta yang berkualitas. Therefore, menyisihkan anggaran khusus untuk kuliner di Valletta merupakan keputusan yang sangat tepat.

Waktu Terbaik untuk Mengunjungi Valletta

Memilih waktu yang tepat untuk berkunjung akan sangat menentukan kualitas pengalaman wisata di Valletta. Therefore, memahami karakteristik cuaca dan musim di Malta menjadi informasi penting sebelum merencanakan perjalanan. Furthermore, berikut panduan waktu kunjungan berdasarkan musim:

  1. Musim semi (April hingga Juni) menjadi waktu terbaik untuk berkunjung dengan cuaca yang sempurna. Moreover, jumlah wisatawan yang lebih sedikit dan harga akomodasi yang masih terjangkau menambah daya tarik periode ini. In addition, Festival Musim Semi tahunan pada bulan April menjadikan Valletta semakin meriah.
  2. Musim gugur (September hingga Oktober) menawarkan suhu yang nyaman dan lautan yang masih hangat untuk berenang. Also, periode ini menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian musim panas.
  3. Musim panas (Juli hingga Agustus) menghadirkan suhu yang cukup terik dan kepadatan wisatawan yang tinggi. Furthermore, harga akomodasi dan sewa mobil juga melonjak signifikan di periode ini.
  4. Musim dingin (November hingga Maret) masih menawarkan suhu yang relatif hangat dibandingkan negara Eropa lainnya. However, curah hujan lebih tinggi di periode ini sehingga perlu mempersiapkan perlengkapan hujan.

Tips Transportasi dan Berkeliling di Valletta

Salah satu keunggulan utama Valletta sebagai destinasi wisata terletak pada ukurannya yang kompak dan sangat ramah pejalan kaki. As a result, seluruh kota bisa dijelajahi tanpa memerlukan kendaraan bermotor. Moreover, wisatawan cukup mengandalkan sepasang sepatu yang nyaman dan semangat petualangan untuk menikmati setiap sudut kota ini.

Furthermore, berikut panduan transportasi untuk wisatawan di Valletta:

  • First, kenakan sepatu yang nyaman dan kokoh karena jalanan Valletta berbatu dan memiliki banyak tanjakan serta turunan
  • Second, manfaatkan layanan feri yang menghubungkan Valletta dengan Sliema dan Three Cities untuk menikmati pemandangan pelabuhan dari laut
  • Third, gunakan jaringan bus umum Malta untuk menjelajahi tempat wisata di luar Valletta dengan biaya terjangkau sekitar 2 hingga 3 Euro per perjalanan
  • Additionally, pertimbangkan Explore Card seharga sekitar 21 Euro yang memberikan akses transportasi bus tak terbatas selama 7 hari ke seluruh penjuru pulau
  • Also, manfaatkan taksi mini elektrik atau fun train yang tersedia khusus di Valletta bagi wisatawan yang memiliki keterbatasan mobilitas

In addition, bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi di luar Valletta seperti Mdina, Marsaxlokk, atau Pulau Gozo, layanan bus langsung tersedia dari terminal utama di kota ini. Furthermore, feri cepat ke Pulau Gozo juga beroperasi dari pelabuhan Valletta sehingga perjalanan antar pulau menjadi sangat mudah.

Estimasi Biaya Wisata keValletta bagi Wisatawan Indonesia

Merencanakan anggaran perjalanan ke Valletta membutuhkan pertimbangan matang karena Malta termasuk destinasi dengan biaya menengah ke atas di Eropa. Moreover, mata uang yang digunakan adalah Euro, dan sebagian besar tempat sudah menerima pembayaran dengan kartu. Furthermore, berikut estimasi biaya yang perlu disiapkan untuk wisata ke Valletta:

  • Tiket pesawat pulang pergi dari Jakarta ke Malta (transit) berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 18 juta tergantung musim dan waktu pemesanan
  • Akomodasi mulai dari Rp 700 ribu per malam untuk hostel, Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta untuk hotel bintang tiga, dan Rp 5 juta ke atas untuk hotel mewah
  • Makan berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu untuk kuliner jalanan, dan Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu untuk restoran menengah per orang
  • Tiket masuk objek wisata rata-rata antara Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu per tempat
  • Transportasi lokal sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per hari menggunakan bus umum
  • Visa Schengen dengan biaya sekitar EUR 80 atau Rp 1,4 juta

For example, untuk perjalanan 5 hari 4 malam dengan gaya wisata menengah, total anggaran yang perlu disiapkan berkisar antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per orang. In addition, angka tersebut sudah termasuk tiket pesawat, akomodasi, makan, transportasi, dan tiket masuk objek wisata. Therefore, menyiapkan dana cadangan sekitar 10 hingga 15 persen dari total anggaran juga sangat disarankan untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga.

Tips Penting Sebelum Berangkat keValletta

Mempersiapkan segala kebutuhan sebelum keberangkatan akan memastikan perjalanan berjalan lancar dan menyenangkan. Moreover, wisatawan Indonesia perlu memperhatikan beberapa hal penting terkait persyaratan dan kondisi di Malta. Furthermore, berikut tips yang perlu diperhatikan:

  1. First, pastikan paspor masih berlaku minimal enam bulan sebelum tanggal keberangkatan
  2. Second, ajukan visa Schengen minimal satu bulan sebelum keberangkatan karena proses pembuatan memakan waktu 15 hingga 30 hari kerja
  3. Third, siapkan asuransi perjalanan dengan cakupan minimal EUR 30.000 yang menjadi syarat wajib visa Schengen
  4. Additionally, bawa adaptor listrik tipe G (British plug) karena Malta menggunakan standar colokan yang berbeda dari Indonesia
  5. Furthermore, unduh aplikasi Tallinja untuk memudahkan pembelian tiket bus dan perencanaan rute transportasi umum
  6. Also, simpan nomor kontak Kedutaan Besar Indonesia di Valletta untuk keperluan darurat
  7. Finally, jaga barang berharga dengan baik terutama di lokasi wisata yang ramai

In addition, tingkat keamanan di Malta tergolong tinggi dibandingkan negara Eropa lainnya. However, wisatawan tetap perlu mewaspadai pencopetan di area wisata populer seperti Republic Street dan Merchant’s Street. Therefore, selalu pastikan dompet dan dokumen penting tersimpan di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau orang lain.

Kesimpulan

Valletta membuktikan bahwa ukuran bukan segalanya ketika berbicara tentang keindahan dan kekayaan sebuah kota. Moreover, ibu kota terkecil di Uni Eropa ini menawarkan pengalaman wisata yang luar biasa lengkap dengan warisan sejarah berusia ratusan tahun, arsitektur Baroque yang memukau, kuliner Mediterania yang menggugah selera, dan pemandangan pelabuhan yang tak terlupakan. Furthermore, bagi wisatawan Indonesia yang mencari destinasi Eropa yang berbeda dari biasanya, Valletta layak menjadi pilihan utama dalam daftar perjalanan berikutnya. Therefore, jangan ragu untuk mulai merencanakan kunjungan ke kota kecil yang menjanjikan petualangan besar ini. Finally, setiap langkah yang diambil di jalanan berbatu Valletta pasti akan meninggalkan kesan mendalam yang sulit dilupakan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Travel

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Kotor Montenegro: Pesona Kota Tua di Tepi Teluk Biru

Author