JAKARTA, incatravel.co.id – Di selatan Semenanjung Malaysia, tersembunyi sebuah kawasan hutan yang usianya melampaui semua peradaban manusia. Pohon-pohon raksasa berdiri sejak jutaan tahun silam. Sungai jernih mengalir di antara bebatuan vulkanik purba dan suara hutan mengisi keheningan. Nyatanya, tempat bernama Taman Negara Endau-Rompin ini adalah salah satu hutan hujan tertua yang masih tersisa di muka bumi.
Apa Itu Taman Negara Endau-Rompin

Taman Negara Endau-Rompin adalah kawasan taman nasional yang membentang di perbatasan negeri Johor dan Pahang, Malaysia. Kawasan ini memiliki luas total sekitar 870 kilometer persegi. Destinasi ini merupakan taman nasional terbesar kedua di Semenanjung Malaysia setelah Taman Negara. Nama destinasi ini diambil dari dua sungai utama yang mengalir melalui kawasannya, yaitu Sungai Endau dan Sungai Rompin.
Formasi batuan di Taman Negara Endau-Rompin diperkirakan berusia sekitar 248 juta tahun. Usia itu menjadikannya salah satu kompleks hutan hujan tropis tertua di dunia. Selain itu, pada tahun 2022, kawasan ini resmi mendapat status Warisan Alam ASEAN. Pengakuan internasional itu mencerminkan nilai ekologis dan keragaman hayati yang luar biasa.
Taman ini dikelola melalui dua pintu masuk utama. Pintu masuk Peta di sisi timur melalui kawasan Mersing adalah jalur paling populer dan paling banyak digunakan wisatawan. Sementara pintu masuk Selai di sisi barat daya melalui kota Bekok, Segamat, menawarkan pengalaman yang lebih sunyi dan kurang tersentuh.
Sejarah dan Status Konservasi Taman Negara Endau-Rompin
Upaya perlindungan kawasan Endau-Rompin dimulai jauh sebelum taman nasional ini resmi ditetapkan. Pada pertengahan 1970-an, ancaman pembalakan besar-besaran di kawasan ini memicu gelombang protes dari komunitas ilmiah dan pecinta alam Malaysia. Akibatnya, gerakan konservasi yang melibatkan lembaga akademis, media, dan masyarakat sipil berhasil menghentikan rencana eksploitasi tersebut.
Seiring berjalannya waktu, tekanan publik yang terus menguat mendorong pemerintah untuk bertindak lebih serius. Ekspedisi ilmiah besar dilakukan pada 1985 dan berhasil menemukan 25 spesies tumbuhan baru yang belum pernah tercatat sebelumnya. Temuan itu semakin memperkuat argumen bahwa kawasan ini layak mendapat perlindungan penuh.
Pada tahun 1993, Taman Negara Endau-Rompin akhirnya resmi ditetapkan sebagai taman nasional oleh pemerintah Malaysia. Ini menjadikannya taman nasional kedua yang ditetapkan di Semenanjung Malaysia. Status konservasi yang kuat ini memastikan ekosistem purba di dalamnya tetap terlindungi dari gangguan manusia untuk generasi mendatang.
Flora dan Fauna Langka di Taman Negara Endau-Rompin
Keragaman hayati Taman Negara Endau-Rompin adalah salah satu yang terkaya di Asia Tenggara. Kawasan ini menjadi rumah bagi ribuan spesies tumbuhan dan hewan, banyak di antaranya berstatus terancam punah secara global.
Di sisi flora, hutan dataran rendah di kawasan ini didominasi oleh pohon-pohon besar seperti Keruing, Meranti, dan Tualang. Pohon Tualang di kawasan ini pernah diukur setinggi 84 meter. Tinggi itu menjadikannya salah satu pohon tertinggi yang pernah direkam di Malaysia. Selain itu, pakis raksasa, kantong semar, dan berbagai spesies anggrek hutan tumbuh subur di lantai hutan yang lembap.
Salah satu keistimewaan botani kawasan ini adalah keberadaan pohon palem kipas endemik bernama Livistona Endauensis. Tumbuhan ini hanya ditemukan di Taman Negara Endau-Rompin dan tidak ada di tempat lain di dunia. Di samping itu, formasi Janing Barat yang dipadati pohon palem kipas menciptakan tampilan yang terasa seperti berada di dunia lain.
Fauna Langka di Taman Negara Endau-Rompin
Dari sisi fauna, kawasan ini adalah habitat penting bagi sejumlah mamalia besar yang sudah sangat langka:
- Pertama, Harimau Malaya. Predator puncak ini masih berkeliaran bebas di dalam kawasan hutan. Populasinya sangat kecil dan terancam punah, namun jejaknya masih kerap ditemukan oleh pemandu lokal selama kegiatan trekking.
- Kedua, Gajah Asia. Kelompok gajah liar yang mendiami kawasan ini meninggalkan jalur yang dikenal sebagai Elephant Trail atau jalur gajah. Pengunjung bisa berjalan di sepanjang jalur ini sambil mencari jejak kaki sang raksasa hutan.
- Ketiga, Badak Sumatra. Taman Negara Endau-Rompin pernah menjadi salah satu habitat badak Sumatra terbesar di dunia. Meski populasinya kini sangat kritis, kawasan ini tetap menjadi salah satu harapan terakhir bagi kelangsungan hidup spesies ini.
- Keempat, Tapir Malaya. Hewan bertubuh besar berwarna hitam putih ini juga menghuni kawasan hutan purba ini dan sesekali terlihat oleh wisatawan yang beruntung.
- Terakhir, berbagai primata dan satwa lain seperti Ungka Tangan Putih, Binturung atau Bear Cat, berbagai spesies kera, rusa sambar, dan lebih dari 250 spesies burung yang menjadikan kawasan ini surga bagi penggemar birdwatching.
Daya Tarik Wisata Taman Negara Endau-Rompin
Taman Negara Endau-Rompin punya ragam kegiatan alam liar yang tidak akan mudah terlupakan. Setiap jalur dan tempat di dalamnya menyimpan keindahan tersendiri yang hanya bisa dirasakan dengan hadir langsung.
Air Terjun Buaya Sangkut adalah tujuan trekking paling ikonik di kawasan ini. Air terjun berlima tingkat ini menjulang setinggi 120 meter dan mampu mengalirkan jutaan liter air per menit. Di balik keindahannya, air terjun ini menyimpan legenda Jakun. Konon seekor buaya besar tersangkut di celah bebatuan dan berubah menjadi batu. Pendakian menuju air terjun ini memakan waktu sekitar enam jam dari pos Kuala Jasin dan melewati medan yang cukup menantang.
Air Terjun Upeh Guling adalah pilihan yang lebih ramah bagi pengunjung yang baru pertama kali datang ke kawasan ini. Formasi batuan berbentuk pusaran di area ini adalah jejak aktivitas vulkanik. Batuan itu terbentuk lebih dari 240 juta tahun lalu. Menariknya, tampilan geologis ini sangat langka dan tidak mudah ditemukan di tempat lain di Malaysia.
Tasik Biru atau Danau Biru adalah tempat tersembunyi yang punya air dengan kejernihan luar biasa. Warna biru toska airnya yang unik berasal dari kandungan mineral khusus di dasar danau. Di sini, pengunjung bisa berenang sambil menyaksikan ikan berenang bebas di air yang sangat jernih.
Bagi pengunjung yang ingin petualangan sungai, kegiatan kayak dan water tubing tersedia di Sungai Endau dan Sungai Kinchin. Kegiatan ini bisa dipesan melalui operator tur lokal. Sungai di kawasan ini memiliki air yang sangat jernih karena tidak ada aktivitas industri di sekitar hulu.
Budaya Suku Jakun di Kawasan Endau-Rompin
Berkunjung ke Taman Negara Endau-Rompin berarti bersentuhan langsung dengan suku Jakun. Kelompok masyarakat adat ini telah mendiami kawasan hutan ini selama ratusan tahun. Kampung Peta, yang terletak di dekat pintu masuk timur taman, adalah pemukiman Orang Asli Jakun yang terbuka untuk dikunjungi tamu.
Suku Jakun memiliki hubungan yang sangat dalam dengan hutan ini. Pengetahuan mereka tentang tumbuhan obat, teknik berburu, dan membaca jejak satwa liar adalah warisan yang tidak ternilai. Di samping itu, mitos dan legenda hutan yang mereka tuturkan menjadi dimensi budaya yang memperkaya perjalanan di kawasan Endau-Rompin.
Mengunjungi Kampung Peta memungkinkan wisatawan untuk melihat langsung cara hidup yang jauh berbeda dari kehidupan kota. Interaksi ini tidak hanya memberikan pengalaman berkesan, tetapi juga berkontribusi secara ekonomi bagi masyarakat adat setempat.
Cara Menuju Taman Negara Endau-Rompin
Taman Negara Endau-Rompin dapat dicapai dari Kuala Lumpur maupun Johor Bahru. Perjalanan darat adalah cara paling umum menuju kawasan ini. Oleh karena itu, kendaraan roda empat atau 4WD sangat dianjurkan. Sebagian jalan menuju dalam taman masih berupa jalur tanah yang tidak rata.
Untuk pintu masuk Peta di sisi timur, rute paling umum adalah melalui kota Kahang di Johor. Dari sini, kantor Johor National Parks menyediakan informasi lengkap dan layanan transportasi lanjutan dengan 4WD menuju Kampung Peta. Dari Kampung Peta, wisatawan melanjutkan perjalanan dengan perahu menyusuri Sungai Endau. Perjalanan sungai ini memakan waktu sekitar 40 menit menuju pos Kuala Jasin.
Selain itu, untuk pintu masuk Selai di sisi barat, rute menuju kota Bekok di Segamat adalah titik awalnya. Dari kantor Johor Parks di Bekok, perjalanan darat dengan 4WD sejauh 27 kilometer melewati kebun kelapa sawit. Rute itu juga melewati beberapa desa Orang Asli sebelum tiba di pusat pengunjung Selai.
Taman Negara Endau-Rompin ditutup untuk kunjungan wisata selama musim hujan dari bulan November hingga Maret. Dengan demikian, waktu terbaik datang ke sini adalah antara April hingga Oktober. Pada periode itu jalur trekking lebih aman dan sungai lebih bersahabat.
Kesimpulan
Taman Negara Endau-Rompin adalah tempat wisata alam yang memberi pengalaman paling autentik untuk mengenal hutan hujan tropis purba. Kawasan ini menyimpan keajaiban yang tidak ada di tempat lain. Selain itu, dari air terjun megah, danau jernih, jalur gajah, hingga budaya Jakun yang kaya, semuanya hadir dalam satu kawasan. Dengan demikian, bagi siapa saja yang ingin petualangan sejati di alam liar Malaysia, tempat ini tidak boleh terlewatkan.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Travel
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Tip of Borneo: Ujung Utara Kalimantan yang Memukau