JAKARTA, incatravel.co.id – Tersembunyi di balik dinding pegunungan yang menjulang tinggi dan dikelilingi oleh air teluk berwarna biru kehijauan, Kotor menjadi salah satu destinasi wisata paling menakjubkan di kawasan Eropa Selatan. Kota kecil yang terletak di pesisir barat daya Montenegro ini menyimpan kekayaan sejarah, arsitektur abad pertengahan, dan panorama alam yang sulit ditemukan di tempat lain. UNESCO bahkan telah menetapkan kawasan kota tua dan teluknya sebagai Situs Warisan Dunia sejak tahun 1979.
Popularitas Kotor sebagai destinasi wisata terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah banyak travel blogger dan fotografer profesional membagikan keindahan kota ini di media sosial. Bagi wisatawan Indonesia yang gemar menjelajah Eropa, Kotor menawarkan pengalaman yang berbeda dari destinasi mainstream seperti Paris, Roma, atau Barcelona. Suasana kota yang lebih tenang, biaya perjalanan yang relatif lebih terjangkau dibandingkan negara Eropa Barat, serta keramahan penduduk lokal menjadi daya tarik tersendiri yang membuat banyak pelancong jatuh hati pada kunjungan pertama.
Bayangkan berjalan menyusuri lorong berbatu yang sudah berusia ratusan tahun, melewati gereja kuno dengan arsitektur Romanesque, lalu mendongak ke atas untuk melihat benteng yang bertengger di puncak tebing. Semua itu bisa dinikmati dalam satu hari penuh di Kotor tanpa perlu berpindah jauh dari satu titik ke titik lainnya karena sebagian besar objek wisata utama berada dalam jarak yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Sejarah Panjang Kota Tua di Tepi Teluk

Kotor memiliki jejak sejarah yang membentang lebih dari dua ribu tahun ke belakang. Catatan pertama tentang keberadaan permukiman di wilayah ini sudah muncul sejak zaman Romawi Kuno ketika kawasan ini dikenal dengan nama Acruvium. Posisi geografis yang strategis di ujung Teluk Kotor menjadikan kota ini sebagai pelabuhan penting bagi berbagai peradaban yang silih berganti menguasai kawasan Balkan.
Sepanjang perjalanan sejarahnya, Kotor pernah berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Bizantium, Republik Venesia, Kekaisaran Ottoman, Kekaisaran Habsburg, dan Yugoslavia sebelum akhirnya menjadi bagian dari Montenegro yang merdeka pada tahun 2006. Pengaruh Republik Venesia yang berlangsung selama hampir empat abad meninggalkan jejak paling kuat pada arsitektur dan budaya kota ini, terlihat jelas dari gaya bangunan, gereja, dan istana bangsawan yang masih berdiri kokoh hingga sekarang.
Gempa bumi dahsyat pada tahun 1979 sempat merusak sebagian besar struktur bangunan di kota tua Kotor. Namun upaya restorasi besar besaran yang didukung oleh UNESCO berhasil mengembalikan kejayaan arsitektur kota ini ke kondisi yang mendekati aslinya. Keberhasilan restorasi tersebut menjadi bukti komitmen Montenegro dalam melestarikan warisan budaya yang tidak ternilai harganya.
Objek Wisata Wajib Dikunjungi di Kotor
Kota tua yang dikelilingi tembok benteng sepanjang 4,5 kilometer ini menyimpan begitu banyak titik menarik yang layak dijelajahi satu per satu. Setiap sudut di Kotor menawarkan kejutan visual yang membuat kamera tidak pernah berhenti bekerja. Wisatawan yang pertama kali datang sebaiknya menyiapkan waktu minimal dua hari penuh agar bisa menikmati semua destinasi utama tanpa terburu buru.
Berikut objek wisata yang wajib masuk dalam daftar kunjungan:
- Fortress of San Giovanni yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dengan 1.350 anak tangga yang harus ditaklukkan untuk mencapai puncak, menawarkan panorama Teluk Kotor yang luar biasa menakjubkan
- Cathedral of Saint Tryphon yang merupakan gereja Katolik Roma tertua di kawasan ini, dibangun pada tahun 1166 dengan arsitektur Romanesque yang megah dan koleksi seni religi yang sangat berharga
- Maritime Museum of Montenegro yang mengisahkan sejarah pelayaran dan perdagangan laut di wilayah Adriatik melalui koleksi artefak, peta kuno, dan model kapal dari berbagai era
- Piazza of the Arms atau alun alun utama kota tua yang menjadi pusat aktivitas sosial dan titik temu wisatawan dengan kafe dan restoran yang berjajar di sekelilingnya
- Cats Museum yang menjadi rumah bagi koleksi seni bertema kucing, mengingat Kotor terkenal sebagai kota kucing dengan ratusan kucing liar yang berkeliaran bebas di setiap sudut kota tua
- Church of Our Lady of the Rocks yang terletak di pulau buatan manusia di tengah teluk, hanya bisa diakses melalui perjalanan perahu singkat dari dermaga Perast
Setiap objek wisata di Kotor memiliki cerita tersendiri yang saling terhubung membentuk narasi besar tentang kehidupan di pesisir Adriatik selama berabad-abad. Wisatawan yang menyukai sejarah dan budaya akan merasa seperti melakukan perjalanan waktu ketika menyusuri setiap sudut kota tua ini.
Rute Perjalanan Menuju Kotor dari Indonesia
Merencanakan perjalanan ke Kotor dari Indonesia memang membutuhkan persiapan yang lebih matang dibandingkan mengunjungi destinasi Eropa populer lainnya. Montenegro belum memiliki penerbangan langsung dari Indonesia, sehingga wisatawan perlu transit di beberapa kota hub Eropa untuk mencapai negara kecil di kawasan Balkan ini.
Beberapa rute penerbangan yang bisa dipilih oleh wisatawan dari Indonesia:
- Jakarta atau Bali menuju Istanbul dengan maskapai Turkish Airlines, dilanjutkan penerbangan ke Podgorica atau Tivat yang berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari Kotor
- Jakarta menuju Dubai dengan Emirates, lalu transit ke Beograd Serbia dengan Air Serbia, kemudian melanjutkan perjalanan darat atau penerbangan domestik ke Montenegro
- Jakarta menuju Frankfurt atau Munich dengan Lufthansa, dilanjutkan penerbangan budget ke Dubrovnik Kroasia yang hanya berjarak 2 jam perjalanan darat dari Kotor melalui perbatasan negara
- Jakarta menuju Roma atau Milan dengan penerbangan transit, lalu menggunakan maskapai budget Eropa seperti Ryanair atau Wizz Air menuju Tivat Airport yang merupakan bandara terdekat dari kota tua
Rute melalui Dubrovnik menjadi pilihan paling populer bagi wisatawan Indonesia karena sekaligus bisa mengunjungi dua negara dalam satu perjalanan. Jarak dari Dubrovnik ke Kotor hanya sekitar 90 kilometer dengan pemandangan pesisir Adriatik yang sangat memanjakan mata sepanjang perjalanan. Bus reguler dan layanan transfer privat tersedia setiap hari dengan harga yang cukup bersahabat.
Perkiraan Biaya Wisata ke Kotor Montenegro
Salah satu keunggulan Montenegro dibandingkan negara Eropa Barat terletak pada biaya hidup dan wisata yang jauh lebih terjangkau. Kotor menawarkan pengalaman Eropa yang autentik tanpa harus menguras tabungan sedalam ketika berlibur ke London atau Zurich. Mata uang resmi Montenegro adalah Euro, sehingga memudahkan wisatawan dalam hal penukaran dan kalkulasi biaya.
Berikut perkiraan biaya wisata ke Kotor untuk satu orang selama lima hari:
- Tiket pesawat pulang pergi dari Jakarta berkisar antara 10 juta hingga 18 juta Rupiah tergantung musim dan seberapa jauh hari pemesanan dilakukan sebelum keberangkatan
- Akomodasi hostel atau guesthouse di area kota tua mulai dari 400 ribu hingga 800 ribu Rupiah per malam, sementara hotel bintang tiga berkisar 900 ribu hingga 1,5 juta Rupiah per malam
- Makan di restoran lokal menghabiskan sekitar 100 ribu hingga 200 ribu Rupiah per porsi untuk makanan utama, sedangkan street food dan bakery jauh lebih murah
- Tiket masuk Fortress of San Giovanni sebesar sekitar 130 ribu Rupiah di musim panas dan gratis di musim sepi
- Transportasi lokal berupa bus atau taksi dalam kota sangat terjangkau dengan tarif mulai 30 ribu hingga 80 ribu Rupiah per perjalanan
- Tur perahu ke Our Lady of the Rocks dan sekitar teluk berkisar 80 ribu hingga 150 ribu Rupiah per orang
Total anggaran untuk lima hari di Kotor dengan gaya backpacker berkisar antara 15 juta hingga 22 juta Rupiah sudah termasuk tiket pesawat. Angka ini bisa lebih hemat jika wisatawan pandai berburu tiket promo dan memilih akomodasi tipe dormitory. Untuk gaya perjalanan mid-range dengan hotel pribadi dan makan di restoran setiap hari, siapkan anggaran sekitar 25 juta hingga 35 juta Rupiah.
Tips Wisata Hemat dan Pengalaman Unik
Menjelajahi Kotor tidak harus mahal jika tahu trik dan strategi yang tepat. Banyak pengalaman terbaik di kota ini justru bisa dinikmati secara gratis atau dengan biaya yang sangat minimal. Wisatawan cerdas yang melakukan riset sebelum berangkat biasanya bisa menghemat hingga 40 persen dari total anggaran perjalanan.
Beberapa tips yang bisa diterapkan selama berlibur di Kotor:
- Kunjungi Fortress of San Giovanni di pagi hari sebelum pukul 08.00 untuk menghindari kerumunan wisatawan dari kapal pesiar dan menikmati udara yang masih sejuk saat mendaki 1.350 anak tangga
- Manfaatkan free walking tour yang tersedia hampir setiap hari di Piazza of the Arms untuk mendapatkan panduan sejarah kota tua dari pemandu lokal berpengalaman
- Belanja oleh oleh di pasar tradisional Kotor yang menjual produk lokal seperti madu, minyak zaitun, keju Njeguski, dan anggur Montenegro dengan harga lebih murah daripada toko suvenir di kota tua
- Sewa kayak atau stand up paddle di area teluk untuk menikmati pemandangan kota tua dari perspektif air yang sangat berbeda dan memukau
- Kunjungi kota tua di malam hari ketika kapal pesiar sudah berangkat dan suasana menjadi jauh lebih tenang serta romantis dengan pencahayaan lampu kuning yang memantul di dinding batu kuno
- Bawa botol minum sendiri karena Kotor memiliki beberapa titik air minum gratis yang aman dikonsumsi di area kota tua
- Jelajahi desa Perast yang berjarak 15 menit berkendara dari kota tua untuk merasakan suasana Kotor yang lebih otentik dan jauh dari hiruk pikuk wisatawan
Seorang travel blogger Indonesia pernah bercerita tentang pengalamannya mendaki ke puncak Fortress of San Giovanni tepat saat matahari terbenam. Pemandangan Teluk Kotor yang berubah warna dari biru menjadi jingga keemasan disaksikan dari ketinggian menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang perjalanannya menjelajah Eropa. Pengalaman seperti ini tidak membutuhkan biaya besar namun memberikan kenangan yang tidak ternilai.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung ke Kotor
Memilih waktu kunjungan yang tepat sangat menentukan kualitas pengalaman berlibur di Kotor. Montenegro memiliki empat musim yang masing-masing menawarkan suasana berbeda dengan kelebihan dan kekurangan tersendiri bagi wisatawan.
Berikut panduan musim kunjungan ke Kotor berdasarkan preferensi wisatawan:
- Musim panas dari Juni hingga Agustus menawarkan cuaca cerah dan hangat dengan suhu rata rata 28 hingga 32 derajat Celsius, namun merupakan musim paling ramai karena kedatangan kapal pesiar hampir setiap hari
- Musim semi dari April hingga Mei menjadi waktu terbaik bagi wisatawan yang menginginkan cuaca nyaman dengan suhu 18 hingga 24 derajat Celsius dan jumlah pengunjung yang masih moderat
- Musim gugur dari September hingga Oktober menawarkan suasana serupa musim semi dengan bonus warna dedaunan yang berubah dan harga akomodasi yang mulai turun
- Musim dingin dari November hingga Maret memberikan pengalaman paling sepi dan tenang, cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati Kotor tanpa kerumunan meskipun beberapa atraksi wisata mungkin tutup
Bagi wisatawan Indonesia yang tidak terbiasa dengan cuaca dingin, periode Mei hingga Juni dan September hingga Oktober menjadi pilihan paling ideal untuk mengunjungi Kotor. Suhu udara masih nyaman untuk berjalan kaki seharian, harga akomodasi belum melonjak ke tarif musim puncak, dan jumlah wisatawan belum terlalu membludak sehingga pengalaman menjelajah kota tua terasa lebih personal dan menyenangkan.
Kesimpulan
Kotor Montenegro layak mendapat tempat di daftar destinasi impian setiap pelancong yang mendambakan perpaduan sempurna antara sejarah, alam, dan budaya dalam satu kota kecil yang menawan. Kota tua bertembok batu yang dikelilingi teluk berwarna biru kehijauan ini menawarkan pengalaman wisata Eropa yang autentik dengan biaya yang jauh lebih bersahabat dibandingkan destinasi mainstream di benua tersebut.
Dengan perencanaan yang matang, pemilihan waktu kunjungan yang tepat, dan strategi penghematan yang cerdas, perjalanan ke Kotor bisa menjadi salah satu petualangan paling berkesan dalam hidup. Kota ini mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu berada di tempat yang paling terkenal, melainkan sering kali tersembunyi di sudut dunia yang belum banyak dijamah. Kotor menunggu untuk ditemukan oleh mereka yang berani menjelajah melampaui jalur wisata konvensional dan membuka lembaran baru dalam buku petualangan pribadi.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Travel
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Zanzibar Surga Pantai Afrika yang Wajib Dikunjungi