Jakarta, incatravel.co.id – Ada satu jenis perjalanan yang belakangan ini semakin populer dan menjadi favorit para pencinta petualangan: traveling kuliner. Perjalanan ini bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi juga tentang mencicipi rasa baru, memahami budaya lain, dan membawa pulang kenangan yang tidak hanya tersimpan di foto, tetapi juga meresap dalam ingatan lewat rasa dan aroma.
Sebagai pembawa berita yang telah bertahun-tahun meliput dunia pariwisata dan gaya hidup, saya menyaksikan bagaimana wisata kuliner berubah menjadi salah satu magnet utama bagi traveler modern. Dulu, orang bepergian untuk melihat tempat. Kini, banyak yang pergi untuk merasakan tempat. Mereka ingin tahu seperti apa rasa asli sebuah kota, bagaimana masyarakat lokal memasak makanan mereka, dan apa cerita di balik setiap masakan.
Saya pernah bertemu seorang traveler fiktif bernama Hana di Yogyakarta yang sedang menikmati sepiring sate klatak. Ia berkata, “Aku bisa lihat candi kapan saja. Tapi sate klatak? Itu cuma ada di sini.” Kalimat itu menegaskan bahwa makanan bukan lagi pelengkap perjalanan, tetapi tujuan utama.
Dalam berbagai laporan wisata nasional, wisata kuliner disebut sebagai faktor utama yang meningkatkan minat turis domestik dan mancanegara. Kota seperti Bandung, Yogyakarta, Bali, Medan, Makassar, hingga Surabaya dikenal karena ragam kulinernya. Banyak turis bahkan mengatur jadwal perjalanan hanya untuk mengejar satu restoran atau satu makanan legendaris.
Traveling kuliner membawa kita lebih dekat pada masyarakat lokal. Makanan adalah bahasa universal—kita mungkin tidak mengerti bahasa setempat, tetapi kita bisa memahami rasa yang mereka hidangkan. Perjalanan terasa lebih hidup ketika kita duduk di warung kecil, menikmati hidangan sederhana, sambil mendengarkan cerita pemiliknya tentang resep turun-temurun.
Namun, apa sebenarnya traveling kuliner itu? Mengapa ia sangat berpengaruh, dan bagaimana cara menjalaninya dengan benar?
Mari kita mulai petualangan ini.
Apa Itu Traveling Kuliner? Lebih dari Sekadar Makan Saat Liburan

Traveling kuliner adalah perjalanan yang berfokus pada eksplorasi makanan dan minuman khas daerah yang dikunjungi. Tetapi maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar mencicipi makanan. Ia mencakup pengalaman budaya, sejarah, interaksi sosial, dan penghargaan terhadap tradisi lokal.
1. Makanan sebagai Identitas Daerah
Setiap daerah punya identitas yang tercermin lewat makanan—dari bumbu, cara memasak, hingga penyajian. Traveling kuliner membuat kita memahami karakter sebuah kota.
2. Belajar Budaya Lewat Rasa
Rasa pedas di Manado bercerita tentang pengaruh rempah, Rasa gurih di Bali bercerita tentang budaya bumbu genep. Rasa manis di Jawa mencerminkan tradisi kuliner yang lembut.
3. Menghargai Proses dan Cerita di Baliknya
Traveling kuliner melibatkan kunjungan ke:
-
pasar tradisional
-
warung kaki lima
-
restoran lokal
-
dapur rumahan
-
festival makanan
Kita melihat langsung bagaimana makanan dibuat, siapa yang membuatnya, dan bagaimana resepnya diwariskan.
4. Koneksi dengan Masyarakat Lokal
Berbincang sambil makan di warung kecil sering menghasilkan percakapan hangat yang tak terduga.
Dalam sebuah perjalanan fiktif ke Padang, saya pernah berbincang dengan ibu pemilik rumah makan sederhana. Ia berkata, “Makanan itu doa. Kalau kita buat dengan hati, orang bisa merasakannya.” Ucapan itu menunjukkan bahwa traveling kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi tentang perasaan yang tertuang di dalamnya.
Mengapa Traveling Kuliner Menjadi Tren Besar di Dunia Traveling Modern?
Tren traveling kuliner tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor yang membuatnya berkembang pesat.
1. Media Sosial sebagai Pemicu
Orang kini mencari rekomendasi makanan dari:
-
Instagram
-
TikTok
-
YouTube
-
blog kuliner
Video makanan yang menggugah selalu membuat orang ingin mencoba langsung.
2. Generasi Muda Lebih Suka Pengalaman daripada Barang
Banyak studi gaya hidup menunjukkan bahwa generasi milenial dan Gen Z lebih senang membeli pengalaman. Mencoba kuliner lokal adalah pengalaman yang tidak bisa digantikan oleh barang.
3. Industri Pariwisata yang Beradaptasi
Banyak kota kini mengembangkan “paket wisata kuliner” dengan:
-
food tour
-
cooking class lokal
-
kunjungan ke kebun atau pasar tradisional
-
festival kuliner musiman
4. Kesadaran terhadap Budaya Lokal
Traveling kuliner mendorong wisatawan untuk mengenali budaya lokal, bukan sekadar berfoto di tempat ikonik.
5. Kebutuhan Baru Pasca Pandemi
Setelah pandemi, banyak orang rindu merasakan makanan khas langsung di kota asalnya. Hal ini meningkatkan minat pada wisata kuliner.
Dalam liputan nasional tentang pariwisata, disebutkan bahwa 60% traveler memilih destinasi karena makanannya. Angka ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik kuliner dalam dunia perjalanan.
Destinasi Traveling Kuliner Terpopuler di Indonesia — Surga Rasa dari Barat hingga Timur
Indonesia adalah surga kuliner, dan inilah beberapa kota yang selalu ramai dikunjungi wisatawan demi petualangan rasa.
1. Yogyakarta
Ikon kuliner:
-
gudeg
-
sate klatak
-
bakmi jawa
-
geplak manis
Yogyakarta bukan hanya kota budaya, tetapi juga kota rasa.
2. Bandung
Dikenal dengan kuliner kreatif:
-
seblak
-
cuanki
-
batagor
-
roti bakar ala kafe hits
Bandung selalu punya inovasi kuliner baru.
3. Makassar
Kuliner penuh rempah:
-
coto Makassar
-
pallubasa
-
konro
-
barongko
Makassar adalah definisi rasa kuat yang memorable.
4. Medan
Kota multi budaya:
-
bika ambon
-
lontong medan
-
mie gomak
-
soto medan
Hidangannya bervariasi dari Melayu hingga Tionghoa.
5. Bali
Selain alam, kuliner Bali memikat rasa dunia:
-
babi guling
-
ayam betutu
-
lawar
-
sate lilit
Bali menggabungkan rasa tradisi dan modernitas.
6. Padang
Surga rendang dan gulai berbumbu kaya.
Dalam perjalanan fiktif ke Padang, seorang traveler berkata sambil tertawa, “Di sini makan itu ibadah.” Dan memang, setiap hidangan di Padang seolah punya keagungan rasa tersendiri.
Tips Menjalani Traveling Kuliner agar Pengalaman Maksimal dan Aman
Untuk menjalani traveling kuliner yang menyenangkan, ada beberapa strategi penting.
1. Cari Makanan Lokal, Bukan yang Murah Saja
Hargai prosesnya, bukan hanya viralnya.
2. Datang ke Pasar Tradisional
Di sinilah kehidupan kuliner lokal dimulai.
3. Tanyakan Rekomendasi Warga Lokal
Rekomendasi terbaik jarang berasal dari internet.
4. Kenali Bahan Makanan yang Dipakai
Sebagian daerah menggunakan rempah atau bahan yang tidak umum.
5. Jaga Kesehatan Perut
Makan terlalu ekstrem dalam waktu singkat bisa menyebabkan masalah pencernaan.
6. Catat Pengalaman Kuliner
Catatan rasa, aroma, bahkan cerita pembuatnya akan menjadi memori yang tak tergantikan.
7. Coba Cooking Class Lokal
Belajar memasak hidangan khas membuat perjalanan lebih bermakna.
Dalam liputan fiktif di Bali, seorang turis Jepang berkata, “Belajar membuat sate lilit itu seperti belajar budaya Bali dalam bentuk rasa.” Perjalanan kuliner memang begitu: belajar budaya lewat dapur.
Traveling Kuliner dan Masa Depan Pariwisata Indonesia
Dengan kekayaan rempah dan keragaman suku bangsa, Indonesia memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata kuliner kelas dunia. Banyak laporan pariwisata nasional menyoroti bahwa wisata kuliner bisa menjadi tulang punggung promosi pariwisata.
Tren masa depan traveling kuliner meliputi:
-
meningkatnya food tour berkonsep lokal
-
munculnya restoran yang mengusung “cerita rasa”
-
lebih banyak festival kuliner di kota-kota besar
-
kolaborasi chef lokal dan internasional
-
konten kuliner digital yang semakin mendunia
Traveling kuliner bukan sekadar tren, tetapi gaya hidup baru. Perjalanan kini terasa lebih bermakna ketika kita pulang dengan cerita, pengalaman, dan rasa baru yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Baca Juga Konten Dengan Artikel Terkait Tentang: Travel
Baca Juga Artikel Dari: Traveling Petualangan: Menyelami Dunia Baru Melalui Perjalanan yang Mengubah Cara Kita Memandang Hidup