JAKARTA, incatravel.co.id – Roma menyimpan begitu banyak lapisan sejarah sehingga bahkan setelah berminggu-minggu, seseorang tidak pernah benar-benar kehabisan tempat untuk dijelajahi. Namun demikian, ada satu destinasi arkeologi di dekat Roma yang sering terlewat dari daftar itinerary wisatawan — padahal banyak arkeolog menyebutnya sebagai pengalaman Romawi yang paling imersif dan paling autentik yang bisa didapatkan tanpa harus antri berjam-jam. Ostia Antica adalah kota pelabuhan kuno yang dulunya berfungsi sebagai pintu gerbang utama Kekaisaran Romawi ke dunia luar. Terletak sekitar 30 kilometer barat daya Roma di muara Sungai Tiber, kota ini pernah menjadi pusat perdagangan dan logistik yang mengalirkan ribuan ton gandum, minyak, dan barang-barang mewah dari seluruh penjuru Mediterania ke Roma setiap harinya. Pada puncak kejayaannya, Ostia dihuni oleh sekitar 100.000 jiwa.
Tidak seperti Pompeii yang terawetkan oleh bencana, Ostia ditinggalkan secara bertahap selama berabad-abad dan kemudian terkubur oleh lapisan sedimen sungai. Hasilnya adalah kota Romawi yang terawetkan secara alami — dengan gedung-gedung apartemen (insulae) berlantai banyak, teater yang masih berdiri, pemandian umum berdekorasi mosaik, kedai-kedai makanan, dan forum yang masih bisa dirasakan skalanya.
Keistimewaan Ostia Antica yang Jarang Diketahui

- Gedung apartemen Romawi asli: Ostia memiliki contoh insulae — gedung apartemen Romawi — yang paling lengkap dan paling terjaga di dunia. Beberapa masih berdiri setinggi dua hingga tiga lantai.
- Teater Romawi yang masih aktif: Teater kuno berkapasitas 4.000 penonton ini masih digunakan untuk pertunjukan seni dan festival budaya hingga saat ini.
- Mosaik lantai yang menakjubkan: Piazzale delle Corporazioni adalah alun-alun besar yang lantainya penuh mosaik yang menggambarkan lambang berbagai perusahaan dagang dari seluruh Mediterania — sebuah “peta bisnis” Romawi yang luar biasa.
- Sinagoga tertua di Eropa: Di kawasan Ostia terdapat sinagoga Yahudi yang diperkirakan berasal dari abad ke-1 hingga ke-4 Masehi — salah satu yang tertua di seluruh Eropa.
- Suasana tanpa keramaian: Berbeda dari Forum Romanum atau Koloseum yang selalu padat, Ostia Antica sering terasa hampir kosong — memberikan pengalaman menjelajahi kota Romawi yang sangat intim dan tak terganggu.
Rute Perjalanan Menuju Ostia Antica
- Jakarta → Roma: Tersedia penerbangan dengan transit menuju Roma Fiumicino Airport.
- Roma → Ostia Antica: Dari Roma, Ostia Antica bisa dijangkau dengan sangat mudah menggunakan kereta Metro Linea B dari Stazione Termini ke Laurentina, kemudian ganti kereta lokal menuju Ostia Antica. Selain itu, tersedia juga kereta langsung dari Stazione Porta San Paolo yang terletak tepat di sebelah stasiun Metro Piramide. Total waktu perjalanan sekitar 30 hingga 40 menit.
Tips Perjalanan ke Ostia Antica
- Rencanakan setengah hari hingga seharian penuh karena situs ini jauh lebih luas dari yang dibayangkan — mencakup lebih dari 150 hektar.
- Bawa bekal makanan dan minuman yang cukup karena pilihan kuliner di dalam kawasan sangat terbatas.
- Kunjungi di hari kerja untuk pengalaman paling tenang — Ostia Antica jarang ramai bahkan di musim panas, namun akhir pekan sedikit lebih banyak pengunjung lokal.
- Gunakan peta yang tersedia di pintu masuk atau unduh peta digital sebelum masuk karena ukuran situs yang luas bisa membingungkan tanpa panduan.
- Bawa topi dan tabir surya karena sebagian besar situs sangat terbuka dan panas di musim panas.
- Gabungkan kunjungan dengan Lido di Ostia — pantai kota Roma yang terletak hanya beberapa menit dari situs arkeologi.
Estimasi Biaya Wisata ke Ostia Antica
- Tiket pesawat (PP) Jakarta–Roma: Rp9.000.000 hingga Rp20.000.000
- Tiket masuk Ostia Antica: sekitar Rp130.000 hingga Rp180.000 per orang
- Kereta Roma–Ostia Antica (PP): sekitar Rp50.000 per orang
- Penginapan di Roma: Rp500.000 hingga Rp2.000.000 per malam
- Makan per hari di Roma: Rp200.000 hingga Rp500.000 per orang
Ostia Antica adalah salah satu destinasi arkeologi paling terjangkau di Italia, menjadikannya pilihan sempurna untuk menambah dimensi sejarah pada perjalanan ke Roma tanpa menguras anggaran.
Waktu Terbaik Berkunjung ke Ostia Antica
Musim semi antara April hingga Juni dan musim gugur antara September hingga Oktober adalah waktu terbaik. Cuaca nyaman untuk berjalan di bawah sinar matahari dan vegetasi di sekitar situs memberikan nuansa hijau yang sangat kontras indah dengan warna oranye batu-batu kuno.
Kesimpulan: Ostia Antica, Roma yang Belum Banyak Diketahui
Ostia Antica adalah hadiah tersembunyi bagi siapapun yang merasa sudah melihat semua yang Roma bisa tawarkan. Di sini, tidak ada antrean panjang, tidak ada keramaian yang melelahkan — hanya jalan-jalan batu kuno, dinding-dinding yang masih berdiri, dan imajinasi yang bebas merekonstruksi kehidupan sebuah kota yang pernah menjadi jantung perdagangan dunia.
Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Travel
Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: