JAKARTA, incatravel.co.id – Gletser Franz Josef menjadi salah satu destinasi wisata alam paling menakjubkan di dunia yang menawarkan pengalaman unik menjelajahi hamparan es abadi di tengah hutan hujan tropis. Terletak di pesisir barat South Island Selandia Baru, gletser sepanjang 12 kilometer ini mengalir dari pegunungan Southern Alps hingga ketinggian hanya 300 meter di atas permukaan laut. Keunikan ini menjadikannya salah satu gletser paling mudah diakses di dunia, memungkinkan wisatawan dari berbagai kalangan untuk menyaksikan keindahan es purba tanpa harus menjadi pendaki profesional. Setiap tahunnya, ribuan pengunjung dari seluruh penjuru dunia datang untuk menyaksikan keajaiban alam yang telah terbentuk selama ribuan tahun ini.
Sejarah Penamaan Gletser Franz Josef

Nama resmi gletser ini berasal dari ahli geologi Jerman bernama Julius von Haast yang melakukan eksplorasi di wilayah tersebut pada tahun 1865. Von Haast memilih untuk menamainya sesuai dengan nama Kaisar Franz Joseph I dari Austria sebagai bentuk penghormatan. Namun jauh sebelum kedatangan bangsa Eropa, masyarakat Maori telah mengenal gletser ini dengan sebutan Ka Roimata o Hine Hukatere yang berarti Air Mata Hine Hukatere.
Sejak penandatanganan Ngai Tahu Claims Settlement Act pada tahun 1998, nama resmi gletser ini menjadi Franz Josef Glacier atau Ka Roimata o Hine Hukatere yang mengakui warisan budaya kedua peradaban. Kota kecil yang terletak di kaki gletser juga dikenal dengan nama ganda Franz Josef atau Waiau yang dalam bahasa Maori berarti air yang berputar.
Legenda Maori di Balik Air Mata Membeku
Di balik keindahan Gletser Franz Josef tersimpan kisah cinta tragis yang diturunkan dari generasi ke generasi oleh suku Ngai Tahu. Legenda menceritakan tentang seorang wanita bernama Hine Hukatere yang memiliki kecintaan besar terhadap mendaki gunung. Dengan keberanian dan kekuatan luar biasa, Hine sering menjelajahi puncak pegunungan Southern Alps menggunakan peralatan panjat yang diukir dari batu pounamu atau greenstone.
Suatu hari, Hine bertemu dengan seorang pria tampan bernama Wawe dari suku pesisir. Keduanya jatuh cinta dan Hine mengajak Wawe untuk mendaki gunung bersamanya. Meskipun kurang berpengalaman, Wawe setuju karena ingin menemani kekasihnya. Tragedi terjadi ketika sebuah longsoran salju menghantam Wawe dan merenggut nyawanya.
Hine Hukatere sangat terpukul dengan kepergian kekasihnya. Air matanya mengalir deras menuruni lereng gunung tanpa henti. Para dewa yang menyaksikan kesedihannya merasa iba dan membekukan air mata tersebut menjadi gletser sebagai pengingat abadi akan cinta yang mendalam. Inilah mengapa gletser ini disebut Ka Roimata o Hine Hukatere atau Air Mata Sang Gadis Es.
Lokasi dan Cara Menuju Gletser Franz Josef
Gletser ini terletak di dalam Westland Tai Poutini National Park yang merupakan bagian dari Te Wahipounamu World Heritage Site. Kawasan ini mencakup pegunungan tertinggi, sungai terliar, dan hutan tertinggi di Selandia Baru. Akses utama menuju lokasi adalah melalui State Highway 6 yang membentang di sepanjang pesisir barat South Island.
Berikut pilihan rute untuk mencapai destinasi:
- Dari Christchurch melalui Arthur’s Pass dengan jarak sekitar 350 kilometer
- Dari Greymouth di utara dengan jarak 170 kilometer
- Dari Wanaka di selatan dengan jarak 285 kilometer
- Dari Queenstown melalui penerbangan wisata langsung
Bandara terdekat adalah Hokitika Airport yang berjarak sekitar 135 kilometer dari kota Franz Josef. Sebagian besar wisatawan memilih untuk menyewa mobil atau campervan karena transportasi publik di wilayah pesisir barat sangat terbatas. Perjalanan darat menawarkan pemandangan spektakuler melewati hutan hujan lebat dan danau berwarna biru kehijauan.
Aktivitas Wisata Populer di Gletser Franz Josef
Pengunjung dapat memilih berbagai jenis aktivitas sesuai dengan tingkat kebugaran dan anggaran yang tersedia. Setiap aktivitas menawarkan perspektif berbeda untuk menikmati keindahan Gletser Franz Josef dan sekitarnya.
Pilihan aktivitas yang tersedia meliputi:
- Heli Hike yang menggabungkan penerbangan helikopter dan pendakian di atas es
- Ice Climbing untuk pengalaman panjat tebing es dengan pemandu profesional
- Valley Walk yaitu jalur pendakian gratis menuju titik pandang gletser
- Scenic Flight atau penerbangan wisata di atas hamparan es
- Kayaking di danau kettle yang terbentuk dari pencairan gletser
- Hot Pools atau kolam air panas alami untuk relaksasi setelah beraktivitas
- Quad Biking menjelajahi dasar sungai dan hutan hujan
Heli Hike menjadi aktivitas paling diminati karena memberikan akses langsung ke permukaan gletser yang tidak bisa dicapai dengan berjalan kaki. Pengunjung akan terbang melewati hutan hujan tropis sebelum mendarat di atas es dan menjelajahi formasi es biru yang menakjubkan selama sekitar dua hingga tiga jam.
Jalur Pendakian Gratis di Sekitar Gletser
Bagi wisatawan dengan anggaran terbatas, tersedia beberapa jalur pendakian gratis yang menawarkan pemandangan Gletser Franz Josef dari kejauhan. Jalur ini dikelola oleh Department of Conservation dan dapat diakses tanpa harus membayar biaya tur.
Pilihan jalur pendakian gratis:
- Franz Josef Glacier Walk sepanjang 5,4 kilometer pulang pergi
- Sentinel Rock Walk dengan durasi sekitar 20 menit
- Douglas Walk melalui hutan rimu yang lebat
- Peters Pool Track menuju danau kecil dengan pantulan gunung
- Alex Knob Track untuk pendaki berpengalaman dengan durasi 8 jam
Franz Josef Glacier Walk menjadi jalur paling populer yang melewati hutan hujan dengan pemandangan air terjun sebelum mencapai titik pandang di lembah gletser. Namun perlu diketahui bahwa akses ke bagian atas lembah sering ditutup karena perubahan aliran sungai dan kondisi yang berbahaya.
Fenomena Unik Gletser yang Bergerak Cepat
Gletser Franz Josef dikenal sebagai salah satu gletser dengan pergerakan tercepat di dunia yang dipandu secara komersial. Massa es ini bergerak rata-rata hingga 4 meter per hari, menyebabkan formasi es berubah secara konstan. Karakteristik ini menciptakan pengalaman berbeda setiap kali berkunjung karena gua es, celah, dan menara es terus berubah bentuk.
Faktor yang menyebabkan pergerakan cepat ini meliputi:
- Curah hujan tinggi di kawasan pesisir barat yang mencapai 5000 milimeter per tahun
- Kemiringan lembah yang curam dari ketinggian 2500 meter hingga hampir permukaan laut
- Akumulasi salju yang tebal di area neve atau ladang salju di puncak
- Suhu yang relatif hangat dibanding gletser di wilayah lain
Pergerakan cepat ini juga berarti bahwa pemandu wisata harus mengukir jalur baru hampir setiap hari untuk memastikan keamanan pengunjung. Kondisi ini menjadikan setiap ekspedisi ke permukaan gletser sebagai petualangan yang benar-benar unik.
Persiapan dan Perlengkapan yang Dibutuhkan
Mengunjungi Gletser Franz Josef memerlukan persiapan yang matang mengingat kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi dan medan yang menantang. Wisatawan disarankan untuk menyiapkan beberapa perlengkapan penting sebelum berangkat.
Perlengkapan yang wajib dibawa:
- Pakaian berlapis dengan bahan merino atau polypropylene
- Jaket tahan air dan tahan angin
- Celana panjang yang nyaman dan mudah kering
- Sepatu hiking yang kokoh dengan sol anti selip
- Kacamata hitam dengan perlindungan UV tinggi
- Tabir surya dengan SPF tinggi
- Kamera atau smartphone dengan baterai penuh
- Botol air minum dan camilan ringan
Operator tur biasanya menyediakan peralatan khusus seperti crampon, helm, trekking pole, dan sepatu boot untuk aktivitas di atas es. Pengunjung tidak perlu membawa peralatan teknis sendiri karena semua sudah termasuk dalam paket tur.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Cuaca di kawasan Gletser Franz Josef terkenal sangat tidak menentu dengan rata-rata 240 hari hujan dalam setahun. Kondisi ini dapat mempengaruhi ketersediaan tur terutama aktivitas yang melibatkan helikopter. Pemilihan waktu kunjungan yang tepat akan meningkatkan peluang mendapatkan pengalaman optimal.
Pertimbangan musim kunjungan:
| Musim | Periode | Karakteristik |
|---|---|---|
| Panas | Des-Feb | Hari lebih panjang, suhu hangat, ramai pengunjung |
| Gugur | Mar-Mei | Cuaca stabil, warna daun indah, lebih sepi |
| Dingin | Jun-Agu | Salju segar, pemandangan dramatis, harga lebih murah |
| Semi | Sep-Nov | Bunga bermekaran, cuaca mulai hangat, cukup sepi |
Wisatawan disarankan untuk mengalokasikan minimal dua hingga tiga hari di kawasan ini untuk mengantisipasi pembatalan tur akibat cuaca buruk. Dengan waktu yang fleksibel, peluang untuk mendapatkan jendela cuaca cerah akan lebih besar.
Dampak Perubahan Iklim pada Gletser Franz Josef
Kondisi Gletser Franz Josef saat ini menjadi bukti nyata dampak pemanasan global terhadap lingkungan. Selama beberapa dekade terakhir, gletser ini mengalami penyusutan yang signifikan dengan terminal es yang terus mundur ke arah hulu. Titik pandang yang dulunya berada dekat dengan permukaan es kini berjarak beberapa kilometer dari ujung gletser.
Para ilmuwan mencatat bahwa suhu rata-rata permukaan bumi telah meningkat sekitar 1 derajat Celsius sejak era industrialisasi. Kenaikan suhu ini menyebabkan pencairan es yang lebih cepat dibanding akumulasi salju baru. Pemandu wisata yang bekerja di kawasan ini menyaksikan langsung perubahan dramatis dalam hitungan tahun, bukan dekade.
Meskipun kondisinya memprihatinkan, kunjungan ke Gletser Franz Josef justru memberikan kesempatan untuk menyaksikan dan memahami dampak perubahan iklim secara langsung. Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengunjung tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Akomodasi dan Fasilitas di Kota Franz Josef
Kota kecil Franz Josef atau Waiau menyediakan berbagai pilihan akomodasi mulai dari hostel backpacker hingga hotel berbintang. Meskipun ukurannya kecil, kota ini memiliki fasilitas lengkap untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.
Jenis akomodasi yang tersedia:
- Backpacker hostel dengan harga mulai 30 NZD per malam
- Motel dan motor lodge dengan tarif menengah
- Boutique lodge dan hotel berbintang untuk pengalaman mewah
- Holiday park dengan fasilitas camping dan campervan
Kota ini juga dilengkapi dengan beberapa restoran, kafe, supermarket kecil, dan toko perlengkapan outdoor. Glacier Hot Pools menjadi fasilitas favorit untuk bersantai setelah seharian beraktivitas, menawarkan kolam air panas dengan pemandangan hutan hujan.
Tips Menghemat Biaya Wisata ke Gletser
Perjalanan ke Gletser Franz Josef memang memerlukan anggaran yang tidak sedikit terutama untuk aktivitas seperti Heli Hike yang bisa mencapai 795 NZD per orang. Namun terdapat beberapa strategi untuk menikmati destinasi ini tanpa menguras kantong.
Strategi hemat biaya:
- Pilih jalur pendakian gratis untuk melihat gletser dari kejauhan
- Pesan tur jauh hari untuk mendapatkan harga lebih murah
- Kunjungi saat musim sepi untuk tarif akomodasi lebih rendah
- Masak sendiri dengan berbelanja di supermarket lokal
- Berbagi biaya transportasi dengan sesama wisatawan
- Pilih scenic flight tanpa hiking yang lebih terjangkau
- Menginap di holiday park dengan fasilitas dapur bersama
Alternatif lain adalah mengunjungi Fox Glacier yang terletak 25 kilometer di selatan. Gletser tetangga ini menawarkan pengalaman serupa dengan harga yang sedikit lebih terjangkau.
Kesimpulan
Gletser Franz Josef merupakan destinasi wisata alam luar biasa yang memadukan keindahan es purba dengan kemudahan akses yang jarang ditemukan di tempat lain. Legenda Maori tentang Air Mata Hine Hukatere menambah dimensi spiritual dan budaya pada kunjungan ke kawasan ini. Wisatawan dapat memilih berbagai aktivitas mulai dari pendakian gratis hingga petualangan Heli Hike yang mendebarkan sesuai dengan anggaran dan tingkat kebugaran masing-masing. Meskipun menghadapi ancaman perubahan iklim yang menyebabkan penyusutan, gletser ini tetap menjadi saksi bisu keagungan alam yang patut dikunjungi setidaknya sekali seumur hidup.
Baca juga konten dengan artikel terkait tentang: Travel
Baca juga artikel lainnya: Danau Tekapo Destinasi Wisata Alam Terbaik di Selandia Baru
Berikut Website Resmi Kami: Wdbos