Jesselton Point Ferry Terminal: Panduan Wisata Lengkap

JAKARTA, incatravel.co.id – Jesselton Point Ferry Terminal adalah terminal feri utama di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. Terminal ini menjadi titik awal perjalanan menuju pulau-pulau cantik di sekitar kawasan Taman Laut Tunku Abdul Rahman. Selain itu, Jesselton Point juga merupakan satu-satunya terminal di Kota Kinabalu yang melayani rute feri langsung ke Pulau Labuan. Dengan demikian, tempat ini bukan sekadar pelabuhan biasa, melainkan pusat aktivitas wisata yang hidup dan penuh daya tarik sepanjang hari.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Kinabalu, singgah di Jesselton Point adalah hal yang hampir mustahil untuk dilewatkan. Selain itu, kawasan waterfront ini menawarkan pengalaman yang kaya. Mulai dari island hopping, wisata kuliner, belanja suvenir, hingga suasana dermaga bersejarah yang autentik. Oleh karena itu, memahami seluk-beluk Jesselton Point sebelum berkunjung akan membuat perjalanan wisata jauh lebih menyenangkan dan lancar.

Sejarah dan Latar Belakang Jesselton Point

Jesselton Point Ferry Terminal

Jesselton Point memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan asal usul nama Kota Kinabalu itu sendiri. Selain itu, nama Jesselton adalah nama resmi Kota Kinabalu pada masa kolonial Inggris. Nama ini diambil dari Sir Charles Jessel, tokoh penting di British North Borneo Chartered Company. Dengan demikian, kawasan ini menyimpan jejak sejarah yang bisa dirasakan lewat foto-foto lama dan arsitektur yang dipertahankan.

Terminal ini dulunya merupakan pelabuhan tua yang kemudian direnovasi menjadi kawasan wisata terpadu. Selain itu, program revitalisasi ini berhasil mengubah area yang sempat kusam menjadi pusat wisata yang segar dan berwarna. Di sisi lain, bangunan-bangunannya kini dicat dengan warna oranye cerah yang memberi kesan hidup dan menyambut para pengunjung yang datang. Oleh karena itu, Jesselton Point kini menjadi salah satu contoh keberhasilan program pembaruan kawasan perkotaan di Kota Kinabalu.

Salah satu ikon paling mencolok di kawasan ini adalah dua bilik telepon merah bergaya Inggris yang berdiri di sudut terminal. Selain itu, terdapat pula foto-foto udara Kota Kinabalu dari era awal abad ke-20 yang terpajang di dinding area masuk. Dengan demikian, berkunjung ke Jesselton Point terasa seperti melakukan perjalanan singkat ke masa lalu sambil menikmati fasilitas modern yang lengkap.

Rute Pulau yang Bisa Dijangkau dari Jesselton Point

Jesselton Point Ferry Terminal berfungsi sebagai gerbang utama menuju pulau-pulau di kawasan Taman Laut Tunku Abdul Rahman. Selain itu, dari terminal ini wisatawan bisa menuju empat pulau utama yang masing-masing menawarkan daya tarik berbeda. Dengan demikian, Jesselton Point menjadi titik keberangkatan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati island hopping dalam satu hari perjalanan.

Pulau Manukan adalah pulau dengan fasilitas paling lengkap, tersedia restoran, kolam renang, dan berbagai wahana air. Selain itu, Pulau Sapi dikenal dengan air laut yang jernih dan cocok untuk snorkeling. Di sisi lain, Pulau Gaya adalah pulau terbesar di kawasan taman laut ini. Pulau ini menjadi lokasi sejumlah resor mewah berbintang. Oleh karena itu, tamu dari resor-resor di Pulau Gaya juga berangkat dari sini.

Berikut pulau-pulau yang bisa dicapai dari Jesselton Point Ferry Terminal:

  • Pertama, Pulau Manukan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit, menawarkan restoran, kolam renang, snorkeling, dan berbagai wahana air seru.
  • Kedua, Pulau Sapi dengan waktu tempuh sekitar 25 menit, cocok untuk snorkeling karena airnya yang jernih dan terumbu karang yang masih terjaga.
  • Ketiga, Pulau Gaya sebagai pulau terbesar di kawasan ini, menjadi rumah bagi beberapa resor bintang lima dan cocok untuk wisatawan yang ingin menginap.
  • Keempat, Pulau Mamutik yang paling dekat dari terminal, cocok untuk snorkeling santai dan menikmati ketenangan pantai yang tidak terlalu ramai.
  • Terakhir, Pulau Labuan yang bisa dicapai dengan feri reguler selama sekitar tiga jam, menawarkan pengalaman wisata bahari yang berbeda dengan nuansa pulau bebas pajak.

Aktivitas Seru di Jesselton Point dan Sekitarnya

Jesselton Point bukan hanya terminal penyeberangan. Selain itu, kawasan waterfront ini juga menawarkan beragam aktivitas yang bisa dinikmati bahkan tanpa harus menyeberang ke pulau manapun. Dengan demikian, wisatawan yang tidak berencana island hopping pun tetap bisa menghabiskan waktu yang menyenangkan di kawasan ini.

Aktivitas paling populer tentu saja island hopping ke pulau-pulau di Taman Laut Tunku Abdul Rahman. Selain itu, snorkeling, banana boat, dan parasailing tersedia dari berbagai operator tur di kawasan ini. Berjemur di pasir putih pun menjadi pilihan santai yang banyak diminati. Di sisi lain, pengunjung yang tidak ingin menyeberang ke pulau bisa menikmati boardwalk Jesselton Point. Deretan kafe dan restoran tepi laut tersedia dengan pemandangan cakrawala yang indah.

Berikut aktivitas seru di Jesselton Point dan pulau sekitarnya:

  • Pertama, island hopping ke dua atau tiga pulau dalam satu hari dengan paket tiket yang bisa dibeli langsung di konter terminal.
  • Kedua, snorkeling di Pulau Sapi atau Pulau Mamutik untuk melihat terumbu karang dan keanekaragaman biota laut Taman Laut Tunku Abdul Rahman.
  • Ketiga, banana boat dan parasailing yang tersedia di Pulau Manukan bagi wisatawan yang ingin sensasi olahraga air yang lebih memacu adrenalin.
  • Keempat, bersantai di kawasan boardwalk sambil menikmati pemandangan laut dan berburu foto di spot bilik telepon merah ikonik.
  • Kelima, memancing di area dermaga mulai pukul 18.00 hingga 06.00 dengan membayar tiket masuk di Suria Futsal Centre yang ada di kawasan ini.
  • Terakhir, bermain futsal di lapangan empat lapangan yang tersedia di kawasan Jesselton Point bagi wisatawan yang ingin aktivitas berbeda di sela perjalanan.

Tiket dan Tarif Perjalanan dari Jesselton Point

Sebelum berkunjung, penting untuk memahami struktur harga tiket yang berlaku di Jesselton Point Ferry Terminal. Selain itu, harga tiket sudah dipatok resmi dan tertera di setiap konter. Wisatawan tidak perlu khawatir soal perbedaan harga antar operator. Dengan demikian, proses pembelian tiket di sini cukup mudah meski suasana terminal bisa terasa ramai di jam-jam sibuk.

Harga tiket kapal ke pulau-pulau Taman Laut Tunku Abdul Rahman berkisar RM 45 hingga RM 65 per orang. Harga berbeda tergantung pulau tujuan yang dipilih. Selain itu, setiap pengunjung yang tiba di pulau juga diwajibkan membayar biaya konservasi yang dikelola oleh pihak taman nasional. Oleh karena itu, siapkan anggaran lebih untuk menutupi biaya konservasi ini di samping harga tiket kapal.

Berikut gambaran tarif di Jesselton Point yang perlu diketahui:

  • Pertama, tiket kapal ke pulau-pulau Taman Laut Tunku Abdul Rahman berkisar RM 45 hingga RM 65 per orang untuk perjalanan pulang pergi.
  • Kedua, biaya konservasi taman nasional wajib dibayar setibanya di pulau, terpisah dari harga tiket kapal.
  • Ketiga, tiket feri ke Pulau Labuan tersedia dalam dua kelas yaitu Kelas Pertama sekitar RM 44,60 dan Kelas Ekonomi sekitar RM 39,60.
  • Keempat, biaya masuk area memancing tersedia mulai dari RM 10 per orang dan bisa langsung dibayar di Suria Futsal Centre.
  • Terakhir, banyak operator tur menawarkan paket kombinasi yang mencakup dua atau tiga pulau sekaligus dengan harga yang lebih terjangkau dibanding beli tiket satuan.

Fasilitas dan Kuliner di Kawasan Jesselton Point

Jesselton Point dirancang sebagai kawasan wisata terpadu yang nyaman bagi semua kalangan. Selain itu, kawasan ini dilengkapi fasilitas penunjang yang lengkap. Semua tersedia agar kunjungan terasa nyaman dari awal hingga akhir perjalanan. Dengan demikian, wisatawan tidak perlu keluar jauh dari kawasan terminal untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di sini.

Di sepanjang boardwalk terdapat banyak gerai makanan, kafe, dan restoran dengan pilihan menu yang beragam. Selain itu, kawasan ini punya keunikan tersendiri. Sebuah gerbong kereta tua dari North Borneo Railway kini difungsikan sebagai kafe bernama JP Train Station. Di sisi lain, kios suvenir khas Sabah tersedia bagi wisatawan yang ingin membawa kenangan dari Kota Kinabalu.

Berikut fasilitas lengkap di kawasan Jesselton Point:

  • Pertama, konter tiket dari berbagai operator perjalanan pulau dengan harga resmi yang terpampang jelas untuk menghindari penipuan harga.
  • Kedua, deretan restoran dan kafe tepi laut yang menyajikan pilihan makanan lokal hingga internasional dengan pemandangan laut yang indah.
  • Ketiga, kios suvenir dan kerajinan tangan khas Sabah yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat di rumah.
  • Keempat, toilet umum dan fasilitas ganti pakaian yang tersedia di kawasan terminal untuk kenyamanan wisatawan sebelum dan sesudah perjalanan ke pulau.
  • Kelima, lapangan futsal empat lapangan yang dikelola oleh Suria Futsal Centre dan terbuka untuk umum di luar jam operasional wisata.
  • Terakhir, area dermaga yang bisa disewa untuk acara khusus seperti pesta makan malam, konser amal, hingga resepsi pernikahan dengan latar pemandangan laut.

Tips Berkunjung ke Jesselton Point Ferry Terminal

Kunjungan ke Jesselton Point akan jauh lebih lancar jika wisatawan datang dengan persiapan yang matang. Selain itu, terminal ini bisa sangat ramai terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Oleh karena itu, beberapa tips praktis berikut bisa membantu wisatawan mendapatkan pengalaman terbaik tanpa hambatan berarti.

Waktu terbaik untuk datang adalah pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00. Selain itu, datang lebih awal memastikan wisatawan bisa langsung mendapat kapal tanpa harus menunggu terlalu lama. Meski demikian, perlu diketahui bahwa sistem di Jesselton Point mengharuskan satu kapal terisi minimal delapan penumpang sebelum berangkat. Dengan demikian, kedatangan lebih awal juga membantu memastikan kapal bisa berangkat tepat waktu.

Berikut tips penting sebelum ke Jesselton Point Ferry Terminal:

  • Pertama, datang pagi antara pukul 07.00 hingga 09.00 untuk menghindari keramaian dan memastikan keberangkatan kapal lebih cepat.
  • Kedua, gunakan aplikasi Grab untuk perjalanan ke terminal karena parkir di kawasan Jesselton Point sering penuh, terutama saat akhir pekan.
  • Ketiga, bawa bekal makanan dan minuman sendiri untuk perjalanan ke pulau karena harga di kios dalam pulau bisa lebih mahal dari biasanya.
  • Keempat, beli tiket langsung di konter resmi terminal dan cek harga yang tertera agar tidak terkena harga yang berbeda dari operator tidak resmi.
  • Kelima, bawa perlengkapan snorkeling sendiri atau sewa di dermaga sebelum berangkat karena harga di pulau bisa lebih tinggi.
  • Terakhir, koordinasikan jadwal kepulangan dari pulau sejak awal karena waktu keberangkatan kapal kembali bergantung pada jumlah penumpang yang terkumpul di pulau.

Kesimpulan

Jesselton Point Ferry Terminal adalah titik awal yang sempurna untuk menjelajahi keindahan alam laut Kota Kinabalu. Selain itu, kawasan waterfront ini menawarkan lebih dari sekadar fungsi pelabuhan. Mulai dari sejarah kolonial, kuliner tepi laut, hingga fasilitas rekreasi semuanya ada dalam satu kawasan yang kompak dan mudah dijangkau. Dengan demikian, meluangkan waktu di Jesselton Point saat berkunjung ke Kota Kinabalu adalah keputusan yang tidak akan mengecewakan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Travel

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Lok Kawi Wildlife Park: Wisata Satwa Liar di Sabah

Author