Belum-Temengor: Hutan Hujan Tertua di Asia Tenggara

JAKARTA, incatravel.co.id – Belum-Temengor merupakan kawasan hutan hujan tropis terbesar dan tertua di Semenanjung Malaysia. Kawasan ini terletak di Hulu Perak dengan ketinggian berkisar antara 130 meter hingga 1.553 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini diperkirakan telah ada selama lebih dari 130 juta tahun. Usia itu melampaui Hutan Amazon di Amerika Selatan dan Hutan Kongo di Afrika. Belum-Temengor pun menjadi salah satu hutan paling tua di dunia.

Bagi para pecinta alam dan petualang, Belum-Temengor menawarkan sesuatu yang tidak akan ditemukan di tempat lain. Kawasan ini merupakan pelarian sempurna dari keramaian kota. Di sinilah harimau Malaya, gajah Asia, dan bunga Rafflesia bisa dijumpai dalam habitat aslinya. Sepuluh spesies burung enggang pun hidup bebas di kawasan yang masih utuh dan belum terganggu ini.

Letak Geografis dan Pembagian Kawasan

Belum-Temengor

Kawasan Belum-Temengor terbagi menjadi dua bagian utama yang saling melengkapi. Bagian utara merupakan Taman Negeri Royal Belum, yang resmi diwartakan sebagai taman negeri pada 3 Mei 2007. Luas kawasan ini mencapai sekitar 117.500 hektar. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Taman Nasional Bang Lang di selatan Thailand dan Negeri Kelantan di sisi timur.

Bagian selatan merupakan Hutan Simpan Temengor yang sebagian besarnya melingkupi Tasik Temengor. Danau buatan manusia ini memiliki luas 15.200 hektar dan menjadi jantung dari keseluruhan kawasan. Danau ini merupakan danau terbesar kedua di Semenanjung Malaysia. Ratusan pulau-pulau kecil tersebar di permukaannya, menciptakan pemandangan yang begitu memukau.

Secara keseluruhan, kompleks hutan Belum-Temengor mencakup luas sekitar 300.000 hektar, setara dengan empat kali luas Singapura. Kawasan ini telah diakui sebagai Kawasan Peka Lingkungan Peringkat 1 dalam Rencana Fisik Nasional Malaysia. BirdLife International pun mengakuinya sebagai Kawasan Penting bagi Burung.

Flora dan Fauna Langka yang Menghuni Hutan

Belum-Temengor menyimpan keanekaragaman hayati yang sulit ditandingi oleh kawasan mana pun di dunia. Lebih dari 3.000 spesies tumbuhan berbunga tumbuh subur di sini. Tiga spesies Rafflesia hadir di kawasan ini, yaitu Rafflesia Azlanii, Rafflesia Kerrii, dan Rafflesia Cantleyi. Bunga Rafflesia merupakan bunga terbesar di dunia dengan masa mekar kurang dari tujuh hari. Menyaksikannya secara langsung merupakan pengalaman yang sangat langka dan istimewa.

Kawasan ini juga menjadi rumah bagi 80 spesies mamalia. Di antaranya harimau Malaya yang terancam punah, gajah Asia, tapir Malaya, seladang, dan beruang madu. Namun demikian, data 2019 mencatat penurunan populasi harimau sekitar 60 persen. Penurunan itu terjadi dalam kurun tujuh hingga delapan tahun akibat perburuan liar dan berkurangnya mangsa alami.

Bagi penggemar burung, Belum-Temengor merupakan surga sejati. Kawasan ini menjadi tempat hidup bagi lebih dari 300 spesies burung. Sepuluh spesies enggang menghuni kawasan ini, menjadikannya dijuluki “Ibu Kota Enggang Dunia.”

Fenomena ini hampir tidak mungkin dijumpai di tempat lain.

Selain itu, kawasan ini dihuni 67 spesies ular, 18 spesies katak dan kodok, serta lebih dari 132 spesies kumbang. Tasik Temengor memiliki 23 spesies ikan air tawar utama. Ikan Toman atau haruan raksasa yang bisa tumbuh hingga 20 kilogram hidup di sini, menjadikannya destinasi memancing kelas dunia.

Aktivitas Wisata di Belum-Temengor

Kawasan Belum-Temengor menawarkan ragam aktivitas yang bisa disesuaikan dengan minat dan kemampuan fisik setiap pengunjung.

  • Pertama, pelayaran di Tasik Temengor. Menyusuri danau luas ini dengan bot bermotor merupakan cara terbaik menikmati panorama hutan purba dari permukaan air. Setiap bot berkapasitas hingga sepuluh orang, cocok untuk pengalaman berkumpulan yang lebih intim. Ratusan pulau kecil yang tersebar di danau menciptakan pemandangan yang berbeda-beda di setiap tikungan perjalanan.
  • Kedua, jungle trekking dan pengamatan satwa liar. Jalur trekking di dalam kawasan Royal Belum membawa pengunjung lebih dalam ke jantung hutan purba. Di sepanjang perjalanan, ada kemungkinan menyaksikan bunga Rafflesia yang sedang mekar atau enggang yang terbang rendah. Kawasan jilat garam tempat gajah berkumpul untuk mendapatkan mineral pun kerap menjadi titik pengamatan yang menarik.
  • Ketiga, pengamatan burung. Dengan lebih dari 300 spesies burung, kawasan ini merupakan tujuan utama para pengamat burung dari seluruh dunia. Waktu terbaik untuk mengamati enggang merupakan saat pohon ara hutan sedang berbuah lebat, karena buah ara merupakan makanan favorit mereka.
  • Keempat, kunjungan ke kampung Orang Asli. Di dalam kawasan Belum-Temengor, dua komunitas Orang Asli masih menjalani kehidupan tradisional yang erat dengan hutan. Suku Jahai mendiami bagian utara, sementara suku Temiar menetap di bagian selatan. Mengunjungi kampung mereka merupakan kesempatan langka untuk memahami kearifan lokal yang telah berlangsung selama ribuan tahun.
  • Terakhir, memancing di Tasik Temengor. Danau buatan yang kaya akan ikan air tawar ini menjadi surga bagi para pemancing. Ikan Toman raksasa menjadi incaran utama para pemancing dari berbagai penjuru dunia. Sensasi memancing di lingkungan hutan purba ini sulit ditemukan di tempat lain.

Panduan Mengunjungi Belum-Temengor

Persiapan yang matang akan membuat kunjungan ke Belum-Temengor terasa aman dan menyenangkan.

Secara lokasi, kawasan ini berada di Gerik, Hulu Perak, Negeri Perak, Malaysia. Dari Kuala Lumpur, perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam. Jalur kereta api dari Kuala Lumpur menuju Ipoh juga tersedia. Dari Ipoh, perjalanan dilanjutkan dengan bus atau taksi ke Gerik, kemudian menggunakan bot untuk masuk ke kawasan Royal Belum.

Izin masuk wajib dimiliki sebelum memasuki kawasan Royal Belum. Tarif izin berkisar antara RM 10 hingga RM 20 untuk warga Malaysia, sementara wisatawan mancanegara dikenakan tarif lebih tinggi. Penggunaan pemandu wisata bersertifikat sangat dianjurkan demi keamanan dan untuk memaksimalkan pengalaman di dalam hutan.

Waktu kunjungan terbaik merupakan antara bulan Maret hingga September saat curah hujan relatif lebih rendah. Perlengkapan yang wajib dibawa antara lain pakaian panjang berwarna gelap, obat nyamuk, sepatu trekking antislip, dan perlengkapan perlindungan hujan. Pengunjung juga disarankan membawa bekal air minum yang cukup karena jaringan toko dan warung sangat terbatas di dalam kawasan.

Konservasi dan Tantangan Pelestarian

Belum-Temengor bukan hanya destinasi wisata. Kawasan ini merupakan garis pertahanan terakhir bagi sejumlah spesies yang paling terancam punah di Asia Tenggara. Pada 2012, pemerintah Malaysia menetapkan kawasan ini sebagai Situs Warisan Nasional, pengakuan tertinggi yang diberikan negara terhadap sebuah kawasan alam.

Namun demikian, tekanan terhadap kelestarian kawasan ini terus ada. Pembalakan masih menjadi ancaman nyata, terutama di bagian Temengor yang belum sepenuhnya terlindungi. Populasi harimau Malaya yang terus menyusut mencerminkan dampak serius perburuan liar. Perusakan habitat pun mengancam keseimbangan ekosistem hutan purba yang tak ternilai ini.

Berbagai pihak kini bergotong royong memastikan kawasan ini tetap lestari. Pemerintah Perak, yayasan pelestarian, dan komunitas akademis internasional bahu-membahu menjaga hutan purba ini. Program ekowisata yang bertanggung jawab juga dikembangkan sebagai cara untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Kesimpulan

Belum-Temengor merupakan salah satu warisan alam paling berharga yang dimiliki Malaysia dan dunia. Hutan purba berusia 130 juta tahun ini menawarkan pengalaman wisata yang jauh melampaui sekadar perjalanan biasa. Setiap langkah di dalamnya merupakan perjalanan menelusuri waktu. Pengunjung akan menyentuh ekosistem yang telah ada jauh sebelum peradaban manusia hadir di bumi. Bagi siapa pun yang mendambakan petualangan sejati di alam liar yang masih murni, Belum-Temengor merupakan destinasi yang tidak boleh dilewatkan.

Eksplorasi lebih dalam Tentang topik: Travel

Cobain Baca Artikel Lainnya Seperti: Kinabatangan River Sungai Terbaik Melihat Satwa Borneo

Author